Mendiskusikan Romero: Kekuatan Agama demi Perdamaian dan Keadilan

GKI Kebonjati Bandung, bersama Komunitas Layar Kita dan Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) menggelar acara nonton dan diskusi film ROMERO, Selasa (30/8). Bertempat di Ruang Utama GKI Kebonjati, acara ini menyajikan film tentang perjuangan damai Uskup Agung San Salvador (1977-1980), Oscar Romero Galdamez. Film tadi dibedah oleh Trisno Sutanto (Lit Bang PGI) dan dimoderatori oleh Ester Solichin (GKI Kebonjati). Acara ini dihadiri oleh sekitar 80 orang dari berbagai komunitas keagamaan.

“Perjuangan Uskup Romero menunjukkan kekuatan khusus yang dimiliki agama,” papar Trisno Sutanto. “Tokoh-tokoh agama mungkin sekali menjadi orang yang bermain aman. Menarik diri dari permasalahan masyarakat. Namun ada saja orang-orang seperti Romero yang rela mati. Bahkan menginspirasi banyak orang untuk juga rela mati memperjuangkan perdamaian dan keadilan,” lanjutnya.

Salah seorang peserta, Fahim dari Masyarakat Baha’i, menilai perjuangan Uskup Romero sebagai teladan tokoh agama yang benar-benar berdiri melampaui semua kepentingan golongan. “Ia berjuang untuk menjadi pembimbing semua umat. Tidak menjadi partisan politik dan memilih jalan damai. Meskipun penuh risiko,” komentar Fahim dalam sesi diskusi.

romero1

Sebagaimana diketahui, Uskup Romero menjadi pemimpin gereja saat negerinya mengalami pergolakan. Puluhan ribu rakyat El Savador tewas terbunuh oleh militer pendukung rezim selama era 1970-1980an. Khotbah-khotbah Romero yang menyerukan penghentian penindasan, sering dianggap membahayakan pemerintahan. Puncaknya beliau dibunuh pada 1980.

Acara nonton dan diskusi bersama ini merupakan program rutin Bidang Kesaksian dan Pelayanan GKI Kebonjati dalam kerjasamanya dengan Layar Kita dan JAKATARUB. Diskusi Film ROMERO merupakan acara ketiga dalam rangkaian kegiatan bersama tersebut di tahun 2016.

“Kami sengaja membuka ruang lintas iman dalam acara santai seperti ini,” ujar Suherman dari Bidang Kespel GKI Kebonjati. “Agar jemaat terbiasa bertemu dan bergaul dengan saudara-saudara dari umat lain. Juga bisa sama-sama mempelajari hal-hal berharga dari mereka yang berbeda keyakinan,” pungkasnya menyimpulkan tujuan acara ini. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA