Mengalirkan Air Pasca Erupsi Sinabung

Alangkah indahnya tatkala gereja-gereja di negeri ini dapat saling berbagi dan saling menolong satu sama lain. Tidak berhenti pada tahapan pembangunan rohani jemaat gereja semata namun juga pada tataran gerakan sosial di lingkungan masyarakat. Kepekaan pada situasi sosial masyarakat tanpa mengenal batas wilayah adalah keniscayaan yang harus terus dilipatgandakan.

Hal inilah yang dilakukan lima jemaat GKI yakni GKI Citra Satu-Kalideres, GKI Gunung Sahari, GKI Samanhudi, GKI Wahid Hasyim dan GKI Klasis Priangan pada 2014 silam. Menurut Koordinator Bantuan kelima jemaat GKI Tonny Muljadinata, mereka melakukan pelayanan pasca bencana di lokasi sekitar Sinabung, tepatnya di desa Kuta Mbaru.

Kegiatan ini lahir melalui hasil pembicaraan dengan perwakilan umat Gereja Kristen Batak Karo (GBKP). Dari sinilah muncul kesepakatan untuk membangun sarana pengaliran air bagi sekitar 150 hektar ladang perkebunan. “Ladang pertanian dan perkebunan di Tanah Karo selama ini hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber air,” ujar warga.

 Untuk menggarap sarana pengairan tersebut, pihak GKI dan GBKP meminta kerja sama warga desa Kota Mbaru yang terdiri dari 185 kepala keluarga atau 648 jiwa untuk menyediakan tenaga. Selain itu, mereka diminta meminjamkan lahan untuk digarap dua desa sekitar yakni desa Mardinding dan Tiganderket yang belum bisa kembali ke ladang akibat erupsi Sinabung.

Setelah semuanya sepakat, maka pada 11 Juni 2014 pengerjaan pun dimulai. Bersyukur setelah berlangsung selama dua bulan, pengerjaan dengan sistem gotong royong inipun berhasil dirampungkan tepat pada 8 Agustus 2014. Kini warga dapat menyalurkan air ke lahan-lahan perkebunan mereka, serta mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya mewakili Moderamen GBKP dan seluruh jemaat GBKP mengucapkan terimakasih kepada GKI yang terus menjadi sahabat bagi GBKP dalam penanganan pasca erupsi Sinabung mulai tahun 2010, 2013 dan 2014 ini,” tutur Pdt Simon Tarigan, STh selaku Sekretaris Umum Moderamen GBKP.

Sementara itu, Tony Muljadinata meminta warga Kuta Mbaru untuk merawat apa yang sudah dibangun dan pengelolaan air juga mesti ditangani secara baik. Warga Kuta Mbaru merespon anjuran ini dengan membentuk Kelompok Pemakai Air (PokMair) yang akan memungut iuran bulanan guna pemeliharaan sarana pengairan.

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA