Remaja Suka Cuan, Komsel dan Lensa

Selasa siang (25/10) tim SELISIP berkunjung ke Cimahi. Kami tiba di Sekolah BPK Penabur Cimahi yang ada di kitaran kelurahan Citeureup, Cimahi Utara. Bertemu dengan sejumlah remaha GKI Cimahi yang sedang menggalang dana bagi kegiatan retreat mereka tahun depan.

Richie, salah seorang anggota tim, nampak sibuk melayani permintaan pose dan cetak photobooth. Sekitar sepuluhan siswa sekolah masih menanti hasil foto mereka, sembari menunjukkan tampang ceria melihat gaya mereka di layar.

“Kan tadi udah lihat di monitor.”
“Eh, tapi ini keren tahu…”

Celoteh siswa-siswa bersahut-sahutan. Mereka berencana di kegiatan seni sekolah yang mengundang salah satu boyband remaja, mereka akan ikut photobooth lagi bersama idolanya. Nampaknya cara ini cukup mengena dengan minat mereka.

**
Kami lantas berbicara dengan Richie Andrian, sang fotografer, yang baru saja menyelesaikan tugas magangnya di SMK. Dia adalah personil pertama dari LENSA GKI, sebuah komunitas baru yang dibentuk di GKI Cimahi, untuk menyalurkan hobi fotografi remaja dan pemuda.

“Ya, ini sebagian dari program CUAN (Cari Untung Ayo Nabung), buat retreat tahun depan. Selain photobooth, kemarin ada paket makanan, ntar juga bakal ada parcel Natal. Saya, karena suka fotografi, ya gabung disini,” jelas Richie.

“Richie pengurus di Komisi Remaja?” Tanya SELISIP.

“Oh, gak. Tapi emang aktif di komsel. Habis itu, karena berapa kali diminta untuk foto acara, jadilah ikut pas bikin LENSA GKI,” jawabnya.

Mendengar jawaban dan melihat aktifnya para remaja ini kami semakin penasaran tentang apa yang tengah dibangun oleh tim remaja dan pemuda di GKI Cimahi. Christian, penatua pendamping pemuda bercerita bahwa ini semua baru dirintis dalam beberapa tahun terakhir.

Bermula dari komsel, yang mengupayakan pendampingan rohani yang lebih mengena ke pemuda, sejumlah minat dan bakat remaja pun mulai terlihat. Richie pun mengakui, yang membuat dia akhirnya aktif membantu pelayanan, tidak sekedar datang-pulang ibadah, adalah kedekatan dan pelibatan yang ia rasakan lewat komsel.

“Lebih enak aja. Lebih praktis. Lebih sehari-hari. Khotbah di kebaktian remaja sebenarnya bagus, tetap perlu. Tapi, itu terlalu umum. Kawan-kawan cuma datang, habis itu pergi. Kalau di komsel, kita bisa bahas lebih santai, juga bisa berbagi. Kita pun jadi lebih kenal dan dekat.”

cuan-4

Bakat Richie di fotografi  dan videografi awalnya kurang terekspos. Dengan pendekatan ibadah remaja yang hanya memberi ruang buat pelayanan seperti song leader, pemusik dan hal-hal terkait ibadah formal, tentu saja apa yang Richie minati kurang begitu mendapat tempat.

Namun kedekatan di komsel membuat bakatnya terlihat. Awalnya Richie diminta rekannya membantu dokumentasi acara Sekolang Minggu Liburan. Semua senang dengan hasilnya.

Lalu, ia ikut mendokumentasikan secara kreatif proyek sosial yang dilakukan remaja GKI Cimahi di wilayah Ujung Genteng. Beberapa acara gereja pun mulai terdokumentasikan dengan baik. Sementara itu sejumlah rekan yang suka fotografi juga ikut bergabung. Richie pun senang bisa berbagi pengetahuan dengan mereka.

Sekarang apa proyek LENSA GKI yang digawangi para remaja ini?

“Buat Natal nanti kami bantu dokumentasi. Terus, mulai nanti malam kita hunting spot-spot di Kota Cimahi. Biar jadi bahan untuk presentasi multimedia. Nanti kalau di ibadah, juga kalau pak pendeta presentasi di luar, latar presentasinya akan pakai spot-spot itu. Bisa jadi kerjasama sama komunitas lain juga, karena ini kan ikut mempromosikan Kota Cimahi,” Richie menambahkan.

Tentu saja ini baru langkah awal perbaikan komunitas remaja dan pemuda di GKI Cimahi. Tapi, Richie beserta beberapa temannya mengaku suka dan menikmati, meski hal tersebut memang melelahkan.

Salut dan semangat buat remaja GKI Cimahi! **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA