BALAD Mengajak Bertemu di Keseharian

SELISIP.com – Sekitar duapuluhan komunitas di Kota Bandung kembali menggelar perayaan Hari Toleransi Internasional 16 November. Momen rangkaian acara bertajuk Bandung Lautan Damai (BALAD) tersebut dibuka pada Rabu (16/11) di GKI Kebonjati, Bandung. Acara pembukaan diisi tampilan seni dan apresiasi film Krugovi (2013).

Peserta hadir dari berbagai komunitas diantaranya, jemaat GKI Kebonjati, beberapa gereja lain di Bandung, mahasiswa-mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pelajar Papua di Bandung, SMAK BPK Penabur, komunitas film Layar Kita, Jaringan Pesantren for Peace, PAKIN Bandung, serta sejumlah komunitas lain.

Sekitar seratus sepuluh peserta berbaur dalam suasana santai di aula dan ruang kebaktian utama GKI Kebonjati. Tak lupa peserta yang mayoritas anak muda ini memanjatkan momen hening, mendoakan korban-korban kekerasan atas nama agama, secara khusus untuk korbang serangan ke gereja di Samarinda.

Film Krugovi (2013) diputar sebagai salah satu bentuk refleksi bersama. Film ini diangkat dari kisah nyata. Seorang prajurit Serbia yang tewas demi membela tetangganya Muslim-Bosnia. Peserta berbagi kesan yang mereka tangkap dari film tersebut. Bagi Yohanes, moderator diskusi, permasalahan sentimen agama yang diangkat di film ini semakin terasa relevansinya bagi umat beragama di Indonesia.

balad-4

Wawan Gunawan, koordinator Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) salah satu inisiator BALAD, menyatakan bahwa ruang silaturahmi dalam bentuk seperti ini perlu terus ditumbuhkan di masyarakat. Toleransi bagi Wawan ada dalam wujud pertemuan yang penuh persahabatan. Tidak sekedar dialog formal, tapi sentuhan keseharian.

Di tengah kondisi masyarakat yang semakin tersekat secara sektarian, apa yang ditawarkan oleh BALAD memberi keunikan tersendiri. Andreas, salah seorang peserta menilai ruang seperti ini tidak boleh dijadikan barang langka. Menurutnya ia justru banyak belajar tentang agama lewat sentuhan yang hangat seperti ini.

Rangkaian acara BALAD tahun ini direncanakan lebih sederhana namun langsung berdampak ke komunitas-komunitas edukasi di masyarakat. Selepas pembukaan dan apresiasi film tadi, BALAD akan menggelar diskusi tokoh keberagaman, kampanye publik di car free night, anjangsana antara sekolah dan pesantren, serta kafe religi berbagai agama di Kampus UIN Bandung.

BALAD bukanlah satu-satunya momen perayaan Hari Toleransi Internasional di Indonesia. Astri, yang menjadi pembawa acara di kegiatan ini menceritakan bahwa perayaan Hari Toleransi Internasional juga dilakukan di Jakarta, Yogyakarta, Cirebon, Sukabumi, Klaten, Medan dan banyak tempat lain dengan bentuk yang beragam. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA