Mengenang 12 Tahun Gempa Nias

Pada tanggal 28 Maret 2005 sekitar pukul 23.09 WIB, bumi Nias bergetar hebat. Gempa berkekuatan 8,2 SR mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Getarannya pun terasa hingga ke negara tetangga. Kala itu, penduduk Nias tengah tertidur lelap sehingga banyak yang tidak berhasil menyelamatkan diri dari bencana ini. Dicatat sekitar 1.000 orang meninggal dunia dan 2.391 menderita luka itupun belum termasuk korban di daerah sekitarnya. Gempa ini adalah salah satu gempa terbesar sejak tahun 1900.

Gempa pertama disusul gempa-gempa selanjutnya. Masyarakat yang kembali ke rumah untuk menyelamatkan harta benda tidak bisa tertolong akibat gempa susulan datang dengan getaran yang sama kuatnya. Akses terputus dan Nias lumpuh total, banyak korban yang belum ditemukan serta harta benda ludas seketika. Penduduk mengungsi dan memilih tidur di pinggir jalan sebagian lagi berada di lapangan dengan hanya beralaskan tikar seadanya.

Beberapa hari setelah bencana terjadi, masyarakat bahu membahu dengan relawan  mengevakuasi korban meninggal. Pemerintah cepat tanggap menurunkan bantuan ke lokasi bencana. Relawan dari dalam dan luar negeri pun diterima dengan tangan terbuka. Dalam waktu yang singkat tenda-tenda didirikan untuk sementara menampung para korban bencana.

Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI) turut ambil bagian menyerahkan bantuan dan mengirim relawan. Bantuan pangan dan kesehatan menjadi perhatian utama GKI kala itu. Tak lupa GKI dan relawan lainnya membantu mengobati kondisi psikis penduduk yang masih sangat terguncang dan kehilangan semangat hidup.

Perlahan-lahan Nias kembali dibenahi meskipun banyak yang belum bisa pulih dan di bangun kembali. Kini hampir 12 tahun bencana itu berlalu, namun dampaknya masih terasa hingga kini. Anak-anak kehilangan orang tua dan bertahan hidup sendirian, sebagian lagi mengalami cacat permanen akibat tertimpa reruntuhan.

Pemerintah tak tinggal diam, perhatian untuk membenahi Nias masih diupayakan hingga kini. Berbagai program pun dijalankan, salah satunya antisipas saat terjadi gempa. Hal ini dirasa sangat penting, agar penduduk mampu lebih tenang dan mengambil tindakan yang tepat apabila satu waktu terjadi hal yang sama. Dengan program edukasi ini, pemerintah berharap mampu mengurangi ketakutan penduduk apabila menghadapi kondisi yang sama dikemudian hari. **yst

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA