Yapen Menunggu GKI Kembali

Kabupaten Kepulauan Yapen adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Papua.  Kabupaten ini terbentuk berdasarkan Undang-udang Nomor 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Otonomi Irian Barat dan Kabupaten-kabupaten Otonom di Provinsi Irian Barat. Posisinya berada di pertengahan Teluk Cendrawasih dengan ibukota Serui.

Pada tanggal 16 Juni 2010, kabupaten yang menyimpan banyak kekayaan alam dan wisata yang mempesona ini harus porak poranda karena gempa bumi berkekuatan 7.1 SR. Korban jiwa berjatuhan, rumah dan fasilitas umum hancur. Dalam waktu yang singkat, Yapen lumpuh total. Kala itu, masyarakat Yapen sangat membutuhkan bantuan untuk bisa bertahan di pengungsian.

Relawan cepat berdatangan ke lokasi bencana untuk membantu meringankan beban masyarakat Yapen. 25 Juni 2010, tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI) turut hadir membawa bantuan. GKI mendata banyaknya korban jiwa baik luka ringan dan luka berat. Lebih dari 3297 unit rumah penduduk rusak berat dan tak layak huni. Data ini sengaja dikumpulkan untuk memudahkan tim GKI memetakan dan menyalurkan bantuan.

Saat itu perahu kecil menjadi andalan untuk menempuh medan yang sulit. Banyak tantangan yang harus dihadapi tim, namun hal itu tak sekalipun menyurutkan semangat mereka untuk bertemu dengan masyarakat Yapen.

Tenda-tenda disulap menjadi rumah sakit darurat karena gedung rumah sakit telah hancur. Tenaga medis dan obat-obatan menjadi kebutuhan pokok setelah bantuan pangan. Kondisi kesehatan masyarakat sangat menurun dan terserang penyakit langka pasca bencana. Tanpa kenal lelah para relawan bergantian melayani masyarakat.

yp2

Kedatangan para relawan dan tim GKI membawa harapan baru bagi Yapen. Hangatnya sambutan dari masyarakat tumbuh menjadi jalinan persaudaraan yang erat dan tak terlupakan. Pilu berganti menjadi rasa syukur dan sukacita, kedekatan tim dengan masyarakat menjadi terapi alami untuk menyembuhkan trauma mereka. Sedikit demi sedikit semangat mereka terkumpul untuk menata kehidupan yang lebih baik.

Sebelum tim GKI meninggalkan Yapen, mereka menyampaikan bantuan dan tanda kasih untuk masyarakat berupa sandang, pangan, peralatan untuk membangun rumah, dan kebutuhan pokok anak-anak.

Saat itu, tim memang berat untuk meninggalkan Yapen. Namun, banyak doa dipanjatkan bagi Yapen agar bisa bangkit dari keterpurukan yang mereka hadapi. Begitu pun dengan masyarakat Yapen, mereka akan menunggu GKI kembali. **yst

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA