Isu Peran Pemuda dalam PMK GKI Klasis Bandung

Selama ini kan persiapan persidangan klasis itu selalu diurus sama para penatua, jadi kesannya PMK itu penat dan tua,” canda Pnt. Helen saat menceritakan upaya GKI Pasirkaliki untuk melibatkan kaum mudanya dalam mengurus persiapan kepanitiaan di Persidangan Majelis Klasis (PMK) Bandung ke-64. Dalam acara yang berlangsung dari Kamis hingga Sabtu lalu (6-8/7) di Aula BPK Penabur, Jl. Banda Bandung itu, GKI Pasirkaliki memang berperan selaku majelis jemaat penerima.

Pnt. Helen lantas memamerkan kue pie apel untuk konsumsi kudapan di pembukaan PMK tersebut. “Ini karya remaja dan pemuda lho. Ide dan formatnya mereka sendiri yang tentukan,” pamernya dengan nada promosi. Penatua pendamping komisi remaja GKI Pasirkaliki itu nampak senang karena kaum mudanya mau terlibat untuk acara yang kerap dinilai terlalu tua untuk diikuti oleh pemuda itu. Bagi Pnt. Helen, kepedulian gereja untuk generasi mendatang tidak boleh sekedar jargon, namun perlu dihidupi.

Isu peran pemuda memang menjadi pemandangan umum yang banyak dibahas dalam PMK Bandung ke-64 ini. Dalam PMK kali ini, Christian Fredy Naa, steering committee dari Community of Youth (COY) – komunitas kaum muda GKI se-Bandung yang baru dibentuk – diberi kesempatan memberikan presentasi terkait apa yang tengah kaum muda GKI rintis belakangan ini.

Christ dengan singkat menunjukkan sejumlah karya yang sudah rekan-rekan COY mulai rintis lewat COY Care, COY Academy dan beberapa bentuk lainnya. Ia juga menyajikan bagaimana mengedepankan model komunitas sebagai hub yang membuat sinergi sumber daya, isu, kreativitas dan banyak potensi kaum muda lainnya. Tidak sekedar berteori, penatua pendamping pemuda remaja GKI Cimahi ini juga menampilkan pernyataan testimonial dari rekan-rekan muda yang tergabung di COY.

Intinya gereja harus berhenti menjadikan pemuda sekedar sebagai obyek. Juga belajar untuk mengembangkan model pelayanan yang adaptif dan relevan terhadap kaum muda. Kaum muda bukannya tidak punya kualitas” tegas Christ sembari membahas sejumlah penelitian terkait masalah berkurangnya kaum muda dan kekhawatiran tersendatnya regenerasi di gereja. Menurut Christ, asal gereja mau belajar dan berani melakukan, perubahan hal seperti ini tidak perlu dikhawatirkan.

Presentasi ini disambut dengan antusias oleh para peserta persidangan. Peserta peninjau dari GKI Klasis Jakarta Utara misalnya, menilai bahwa konsep komunitas itu perlu diadopsi dengan penyesuaiannya masing-masing untuk pengembangan pelayanan yang lebih relevan ke kaum muda.

Menempatkan isu pemuda dalam pemandangan umum persidangan klasis mungkin barulah langkah awal gereja belajar untuk terus adaptif dan relevan bagi generasi mendatang. Praktik nyata dalam kehidupan bergereja keseharian, menantang pembuktian yang lebih jauh seberapa serius gereja tengah mempersiapkan penerusnya. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA