Yesus dan Tujuh Orang Non-Israel (II)

  1. Orang Samaria Yang Sakit Kusta (Lukas 17:1-11)

Orang non-Yahudi selanjutnya yang pernah dilayani oleh Tuhan Yesus adalah orang Samaria yang berpenyakit kusta. Ia dilayani oleh Yesus bersama sembilan orang temannya sesama orang yang berpenyakit kusta Kesepuluh orang kusta tersebut memohon kepada Yesus untuk disembuhkan. Mereka berteriak kepada Yesus dari tempat yang agak jauh, sebab pada masa itu orang berpenyakit kusta berada dalam satu kelompok yang terpisah dari mereka yang tahir (yang tidak berpenyakit kusta).

Yesus pun menyuruh mereka memperlihatkan diri kepada imam-imam (agar diperiksa sebagai bukti bahwa mereka telah tahir/sembuh), walau saat itu mereka belum sembuh. Dan mereka taat pada perkataan Yesus. Mereka pergi kepada imam-imam. Sementara mereka dalam perjalanan, terjadilah mujizat. Mereka sembuh dari kusta mereka.

Ketika menyadari kesembuhannya, orang Samaria tersebut kembali kepada Yesus sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring. Ia tersungkur di kaki Yesus dan mengucap syukur kepadaNya.

  1. Perempuan Samaria (Yohanes 4:1-26; 28-30, 39-42)

Ketika Yesus sedang dalam perjalanan pelayananNya, Ia berhenti di suatu sumur, yang disebut sumur Yakub. Saat itu siang hari dan Ia sedang letih dan haus. Di situ ia menjumpai seorang perempuan Samaria yang sedang mengambil air. Seperti nyata kemudian dari perkataan Yesus, ia sudah mempunyai 5 orang suami, dan sedang hidup dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya. Awalnya Yesus meminta air kepada perempuan ini, tetapi ia tidak bersedia memberikannya karena Yesus adalah orang Yahudi (Israel). Memang orang Samaria tidak bergaul dengan orang Yahudi pada masa itu.

Yesus berkata bahwa jika seandainya perempuan tersebut mengetahui siapa Dia yang sesungguhnya, maka pasti perempuan itu akan meminta air hidup kepadaNya. Mendengar itu perempuan tersebut berdalih bahwa Yesus tidak punya timba dan sumur tersebut dalam.

Namun lewat perbincangan tentang air, Yesus kemudian menceritakan tentang Air Hidup kepada perempuan Samaria tersebut. Melalui itu Yesus pun memberitakan Injil kepadanya. Ia mengenalkan diriNya sebagai Mesias yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel dan bangsa Samaria. Perempuan itu menjadi percaya serta bersaksi tentang Yesus kepada orang-orang di seluruh kampungnya, sehingga mereka pun menjadi percaya kepada-Nya.

  1. Pegawai Istana Di Kapernaum (Yohanes 4:43-54)

Orang non-Yahudi lainnya yang pernah dilayani oleh Tuhan Yesus adalah seorang pegawai istana di Kapernaum. Pegawai istana ini kemungkinan adalah seorang pegawai istana Herodes, karena ia berada di Kapernaum, Galilea, wilayah kekuasaan raja Herodes. Tetapi orang ini hampir pasti adalah orang Romawi atau non-Israel, sebagaimana umumnya pegawai Romawi (Herodes adalah antek-antek Romawi yang memimpin wilayah Galilea).

Pegawai istana ini mempunyai seorang anak yang sedang sakit dan hampir mati. Jadi ia meminta kepada Yesus untuk datang menyembuhkan anaknya tersebut. Saat itu Yesus masih berada di Kana, tempat di mana mujizat pertama-Nya (mengubah air menjadi anggur), terjadi. Jadi pegawai istana itu datang dari Kapernaum ke Kana.

Ketika mendengar permintaan pegawai istana ini, Yesus mengatakan bahwa anaknya sudah sembuh. Dan menarik, pegawai istana tersebut langsung percaya dengan perkataan Yesus, ia langsung pulang ke Kapernaum. Ia bertanya kepada hamba-hambanya jam berapa anaknya sembuh. Mereka menjawab jam satu. Ternyata pada jam itulah Yesus berkata bahwa anaknya telah sembuh. Mujizat ini membuat pegawai istana tersebut dan seisi rumahnya menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

  1. Pontius Pilatus (Yohanes 18:33-38a; 19:9-11)

Orang non-Yahudi terakhir yang pernah dilayani oleh Tuhan Yesus adalah Pontius Pilatus. Pada zaman Yesus, Pilatus adalah wali negeri atau wakil pemerintahan Romawi di Yudea (Lukas 3:1-2), yang mencakup wilayah Yudea dan Samaria. Pada masa itu memang orang Yahudi berada di bawah kekuasaan orang Romawi.

Ketika orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai penjahat dan membawaNya kepada Pilatus untuk dihukum, Pilatus mulai memeriksa Yesus. Ia bertanya kepada-Nya apakah Ia raja orang Yahudi. Yesus menjawab bahwa KerajaanNya bukan berasal dari dunia. Dan Yesus berkata bahwa Ia datang ke dunia untuk menjadi raja dan untuk memberitakan kebenaran. Lalu Pilatus bertanya kepada Yesus apa itu kebenaran. Tetapi Yesus tidak menjawabnya lagi.

Kemudian ketika orang-orang Yahudi bersikeras menuntut penyaliban Yesus, Pilatus pun meminta Yesus untuk berbicara dan memberi pembelaan, karena ia ingin membebaskan Yesus. Tetapi Yesus tidak mau berbicara. Hal ini membuat Pilatus sangat heran. Pilatus pun berkata kepada Yesus bahwa ia berkuasa menyalibkan dan membebaskan-Nya. Namun Yesus menjawabnya bahwa kuasa itu asalnya dari Tuhan, jika Tuhan tidak memberinya kuasa maka Pilatus tidak akan punya kuasa apa pun.

Pembicaraan Yesus dengan Pilatus pun berhenti sampai di situ dan dengan berat hati Pilatus akhirnya menyalibkan Yesus atas desakan orang-orang Yahudi, kendati Pilatus berkeyakinan bahwa Yesus bukanlah seorang penjahat atau pemberontak seperti yang dituduhkan oleh orang-orang Yahudi. Namun pembicaraan singkat Yesus dengan Pilatus paling tidak memberikan sedikit “pengajaran rohani” kepada Pilatus, raja yang kejam dan duniawi itu. Mereka adalah orang non-Israel yang dilayani Tuhan Yesus, sebagian dari mereka bahkan memiliki iman yang sangat teguh sehingga Yesus dibuat kagum.

Baca juga: Yesus dan Tujuh Orang Non-Israel (I)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA