Ada Apa dengan COY Bandung?

Q: “Kenapa lu nggak pernah ikut acara pemuda di gereja lu?”
A: “Gue cukuplah ke gereja tiap hari Minggu. Acara selain kebaktian di gereja gue ya                  seringnya latihan kebaktian atau persekutuan. Lagian kalau ada acara kebersamaan,              orang-orangnya asik sendiri.”

Itulah sepenggal obrolan saya dengan seorang pemuda dari salah satu GKI di Bandung. Bukan hanya di Bandung, hal serupa saya temui terjadi juga pada jemaat di luar Bandung. Banyak alasan dilontarkan pemuda untuk tidak terlibat lebih dalam dari sekedar pelayanan di hari Minggu.

Pemuda GKI saat ini bukan hanya dihadapkan pada penurunan jumlah jemaat yang mau melayani seperti yang sering diungkapkan, tapi juga penurunan motivasi pelayanan karena banyak pemuda kehilangan makna di tengah sibuknya pelayanan.

Talenta yang dimiliki pemuda GKI sekarang sangat beragam jenisnya mulai dari talenta konvensional seperti bermain musik untuk kebaktian sampai talenta baru yang muncul karena perkembangan jaman seperti selebgram dan youtuber.

Sangat disayangkan seringkali berbagai talenta unik ini tidak dapat diwadahi oleh gereja, misalnya karena menurut generasi senior, talenta tersebut tidak wajar di gereja. Padahal, berapa banyak anak muda yang bisa dijangkau gereja kalau talenta seperti selebgram dan youtuber diberikan akomodasi dan pengarahan yang tepat?

Community of Youth GKI Bandung atau yang lebih dikenal dengan nama COY Bandung, menyadari bahwa pemuda hanya mau melayani di suatu tempat ketika hati mereka ada di sana.

Salah satu cara efektif untuk melibatkan pemuda dalam pelayanan dengan motivasi yang benar adalah membiarkan pemuda berkarya sesuai talenta dan passion yang dimiliki, sekalipun talentanya itu unik dan tidak umum di gereja. Cara lainnya, gereja juga harus meningkatkan hospitalitasnya untuk membuat pemuda merasa nyaman.

Karena sudah nggak jaman pelayanan itu ditunjuk, COY bersama Steering Committee merancang wadah bagi para pemuda GKI di Bandung agar dapat memilih sendiri bidang atau area pelayanan sesuai keinginan hatinya lalu diberikan arahan agar tetap sesuai dengan nilai-nilai GKI.

COY berusaha mengakomodasi setiap talenta, baik yang ‘nyentrik’ sekalipun supaya dapat disalurkan ke berbagai program pelayanan yang dimiliki oleh COY, sehingga pemuda dapat memberikan dampak yang lebih besar baik di dalam gereja maupun di lingkungan luar dimana pemuda ditempatkan.

Sampai dengan tulisan ini ditulis, COY memiliki empat divisi berbasiskan talenta dan passion, yaitu:

  1. COY Academy – ideas

Difokuskan bagi pemuda yang memiliki panggilan untuk mengekstrak ide, pendapat, atau pengalaman agar menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mendengarnya. Dengan pembekalan dan pendampingan personal untuk mengasah keahlian public speaking yang mumpuni, diharapkan pemuda GKI dapat menjadi pemuda yang berdampak melalui kemampuan berbicara di depan umum. Terdekat, pemuda binaan COY Academy akan menjadi pembicara di acara puncak yaitu COY Summit 2017.

  1. COY Care – social projects

Ini tempatnya pemuda untuk merancang dan melakukan project/campaign sosial yang berdampak ke dalam dan luar gereja. Diharapkan project sosial yang dirancang bukan hanya sekedar event, tapi sesuatu yang lebih sustain dan tetap menjaga unsur fun dari setiap project yang dilakukan. Melalui program yang ada di COY Care, pemuda belajar untuk berbagi, hidup berkomunitas di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, dan peduli pada lingkungan.

Kegiatan COY Care terkadang dimulai dari inisiatif mendadak, misalnya, bermodalkan niat tulus membantu program pasar murah GKI Cianjur yang akan dialokasikan untuk pembangungan rumah singgah bagi tunawisma, COY Care mengumpulkan barang-barang dari jemaat GKI di Bandung.

Setelah barang terkumpul, COY mengantar barang ke Cianjur dan membantu penjualan disana sampai sore. Walaupun lelah, pemuda tetap dapat merasakan kebahagiaan dari indahnya berbagi dan menikmati momen kebersamaan yang tercipta.

Di bulan Ramadhan, COY Care bekerja sama dengan komunitas lintas iman mengadakan bakti sosial di pesantren At-Tamuur. Kegiatan ini meliputi renovasi dan pendekoran ulang beberapa bagian pesantren, dilanjutkan dengan acara kebersamaan dan buka bersama. Dari acara ini, pemuda belajar bagaimana hidup di tengah masyarakat yang majemuk.

  1. COY EO – event organizer

Untuk pemuda yang punya talenta di bidang event organizer dan segala unsur pendukung agar sebuah acara dapat terselenggara dengan baik. Wadah ini dapat mengakomodasi pemuda yang ingin berdampak melalui pelayanan di belakang panggung.

Divisi ini diproyeksikan untuk menjadi penyelenggara acara yang baik dengan prinsip excellence hospitality. Saat ini, COY EO tengah mempersiapkan COY Summit 2017.

  1. COY Media – information and design

Divisi ini menangani semua jenis media mulai dari media cetak sampai dengan digital. Pemuda yang memiliki talenta dalam mendesain, membuat publikasi dan dokumentasi tergabung dalam divisi ini. Ke depannya divisi ini diharapkan dapat menjadi “mimbar online” dan menjadi partner GKI dalam membina pemuda.

Dengan adanya keempat divisi ini, dan sedang dipertimbangkan untuk penambahan divisi, pesan saya untuk pemuda GKI di Bandung: Yuk melayani sesuai passion kamu! Talentamu bisa dipakai untuk dampak yang lebih besar lho. Siapkah kamu untuk naik level dalam melayani? Lalu temukan sendiri kebahagiaanmu. 🙂

*Cerita tambahan: orang yang saya ajak ngomong di atas itu saya tawarin lagi untuk pelayananan sesuai bidang yang dia suka di salah satu program COY, dan dia mengiyakan tanpa babibu. What a surprising answer!

Penulis: Hattami Setiadiharja, Wakil Ketua Komisi Pemuda Klasis Bandung

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA