Pohon-pohon yang Memilih Raja

Yesus merupakan tokoh di Alkitab yang paling sering menggunakan perumpamaan. Tercatat setidaknya ada 37 perumpamaan Yesus yang dituliskan dalam keempat Kitab Injil. Tapi, perumpamaan bukanlah monopoli Yesus dalam berkhotbah. Sang Mesias hanyalah mengikuti kebiasaan masyarakat Semitik yang gemar menyampaikan pesan dalam isyarat sederhana, namun bermakna mendalam.

Dalam Perjanjian Lama, juga ditemukan perumpamaan. Setidaknya ada 11 perumpamaan yang disebut baik oleh para nabi, raja, maupun orang biasa. Perumpamaan itu tidak hanya diucapkan oleh tokoh yang dicitrakan baik, tapi juga oleh mereka yang dicitrakan kejam.

Satu perumpamaan yang paling unik adalah yang diucapkan oleh Yotam, tentang pohon-pohon yang memilih raja (Hakim-hakim 9:8-15).

Latar belakang dari perumpamaan yang bernada fabel ini adalah krisis politik yang melanda Israel. Ada dua persoalan yang sedang dihadapi bangsa Israel waktu itu. Ada tantangan dari luar, di mana orang Kanaan berusaha balas dendam dan mau merebut kembali wilayah yang diduduki bangsa Israel dan ada perebutan kekuasaan untuk menjadi raja.

Di antara orang yang ingin menjadi raja atas Israel tampil Abimelekh, anak Gideon. Ia seorang yang haus kekuasaan! Dengan kejam ia membunuh orang-orang yang dianggap menjadi saingan, termasuk 70 orang saudaranya.

Satu-satunya orang yang lolos adalah Yotam, anak Gideon yang bungsu, yang melarikan diri ke Gerizim. Di tempat itulah dia berpidato menyampaikan perumpamaan, tentang pohon-pohon mencari raja.

Ada pohon zaitun yang terkenal dengan minyaknya untuk keperluan peribadahan di Bait Allah. Tetapi zaitun tidak mau menjadi raja. Dia tidak mau terlibat dalam urusan duniawi, ia merasa tempatnya di bait Allah. Ada pohon ara, pohon buah yang menghasilkan buah yang manis dan pantas untuk makanan raja-raja. Pohon ini juga tidak mau menjadi raja, dia tidak mau meninggalkan manisannya. Pohon anggur yang air buahnya terkenal enak diminum, juga tidak mau.

Sampailah pilihan pada semak duri. Semak duri berkata: “Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon (Hak 9:15).

Perumpamaan Yotam ini menyindir dua hal, yaitu ketidakjelian orang sehingga memilih pemimpin yang lalim, sekaligus keenganan orang-orang yang dikenal baik dan mumpuni untuk menduduki posisi pemimpin, sehingga membuat yang buruk berkuasa. Sindiran yang ternyata tetap relevan untuk zaman sekarang. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA