GVet Menginspirasi Lewat Video

Peraturan pertama: Tidak boleh pundung!

Ferri Candra dan Alvin Yulius dengan kompak memberikan resep nomor satu sekaligus jitu saat ditanya terkait konsistensi Tim Multimedia GKI Veteran Tasikmalaya. Baru terbentuk sejak Agustus tahun lalu, tim ini terbilang konsisten mengunggah video-video inspiratif via channel youtube. Sejak 2017 mereka memilih nama Gvet Production sebagai bentuk tekad bahwa mereka akan terus menantang diri dengan kreativitas lewat video.

Awalnya hanya ada beberapa personil saja, saya sendiri belum bergabung waktu itu, Ko Alvin ini pendirinya,” kisah Ferri, tim kreatif GVet. “Waktu itu ada kerinduan untuk menampilkan warta lisan di gereja dengan tayangan yang lebih menarik, lalu dibentuklah Tim Multimedia di bawah kordinasi Komisi Kesenian Gerejawi.

Gvet Production kini diawaki sekitar 15 orang jemaat dan simpatisan GKI Veteran. Ada yang berperan sebagai juru kamera, editor, tim kreatif, wardrobe & make up serta sejumlah peran lain. Kekompakan tim ini memang diupayakan untuk terus dijaga demi konsistensi dalam mengisi konten.

Terkadang kami shooting, ya sambil main juga,” jelas Ferri.

Konten rutin dwi-mingguan yang diproduksi adalah Warta Lisan dan rubrik refleksi motivasional bertajuk Setetes. “Setetes itu intinya dibuat untuk memberikan pemikiran atau ide reflektif yang tidak klise atau biasa-biasa saja, tujuannya agar bisa memotivasi para pemirsa yang mungkin sedang galau atau suntuk,” jelas Alvin.

Secara santai Alvin menjelaskan awalnya Setetes memang hanya menargetkan video berdurasi satu menit, tapi sering melampaui durasi itu. “Namun karena pengisi rubriknya para pendeta kita, ya jadi sering kelewatan waktunya,” candanya.

Selain Warta Lisan dan Setetes, GVet juga sesekali memproduksi konten-konten inspiratif lainnya. Seperti pada Agustus lalu, mereka mengunggah video musik Indonesia Pusaka. Lagu gubahan Ismail Marzuki itu dibawakan ulang oleh tim musik, song leader dan paduan suara dari GKI Veteran beserta video klip naratif terkait cinta bangsa yang turut menggambarkan panorama kota Tasikmalaya.

Buat kita itu salah satu sumbangsih untuk bangsa ini, kalau di ungkapan Sunda-nya, peupeuriheun kita gak berbut sesuatu buat bangsa dan negara ini,” ungkap Alvin.

Lewat sejumlah konten non reguler ini, GVet juga menampilkan potensi yang dimiliki oleh jemaat GKI Veteran. Beberapa kali profil sejumlah komisi dan kegiatan di jemaat ini diangkat sebagai video pendek. Konten-konten ini pula yang mengasah tim GVet untuk terus berkembang dan tidak stagnan dalam kejenuhan memproduksi konten rutin.

Harapannya konten-konten GVet ke depannya juga bisa menjadi inspirasi buat banyak orang, bukan hanya untuk jemaat GKI Veteran saja,” kata Ferri sembari menceritakan sejumlah proyek untuk video singkat dan variasi lainnya kini tengah direncanakan untuk dikerjakan.

Apa yang dikerjakan GVet Production lewat kesederhanaan dan konsistensinya memang patut diapresiasi. Masih terbilang jarang media di jemaat GKI yang bisa dengan rutin berkarya seperti yang dilakukan oleh tim ini. Tentu, apa yang mereka kerjakan bisa menginspirasi dan tumbuh kembang di sekian banyak jemaat lain. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA