Simon dari Kirene yang Berbagi Salib

Penulis Injil Markus dengan sadar menambahkan keterangan rinci pada orang ini. Ia dikenal sebagai seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota (Markus 15:12).

Dapat dipastikan, sebagaimana diakui di sejumlah tradisi, pembaca sasaran kitab Injil yang paling awal ini sangat mungkin mengenal nama kedua orang anaknya. Keduanya bisa jadi merupakan tokoh terkemuka di gereja perdana. Para sarjana biblika bahkan membuka kemungkinan, bahwa Rufus yang disapa oleh Rasul Paulus di Surat Roma (Roma 16:13) adalah Rufus yang sama dengan yang disebut di Injil Markus. Jika benar demikian, tentulah keluarga Simon dari Kirene ini sangat berjasa besar dalam pelayanan jemaat, sampai-sampai Paulus menyebut bahwa ibu Rufus adalah ibunya juga.

Yang jelas, Simon memang disebutkan berasal dari Kirene. Satu kota kecil di wilayah Timur Libya saat ini. Tempat yang sejak abad ke-4 SM sudah menjadi salah satu pemukiman warga Yahudi diaspora di Afrika. Juga menjadi sarana perkembangan pengetahuan dan tekonologi Yunani dan Romawi.

Kirene kemudian menjadi salah satu kota dengan perkembangan kekristenan yang lumayan besar. Dituliskan oleh Lukas saat jemaat dari Yerusalem menyebar, selepas martirnya Stefanus, ada yang sampai ke Antiokhia, Syiria dan menyebarkan Injil pada orang Yahudi di kota itu. Namun ternyata ada pula orang asal Siprus dan Kirene yang justru menyebarkan Injil pada orang Non-Yahudi di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:20), hingga menjadi cikal-bakal umat yang disebut Kristen.

Sejarawan gereja umumnya meyakini, Simon dari Kirene ada dalam bilangan penyebar Injil awal di Antiokhia itu.  Mereka pun menilai pengikut Kristus awal dari Kirene itu sudah tidak lagi mempermasalahkan perbedaan Yahudi dan Non-Yahudi, persoalan yang baru meruncing sepuluh tahunan selepas jemaat Antiokhia berdiri. Contoh yang sering diangkat adalah nama kedua anak Simon yang mengadopsi nama Yunani, bukan lagi nama Yahudi.

Beata Anne Catherine Emmerich, tokoh suci dan teolog Katolik asal Jerman, bahkan berpendapat Simon dari Kirene sudah sepenuhnya mengadopsi gaya Yunani dalam berpakaian. Hal yang membuatnya mudah dikenali sebagai orang luar komunitas Yahudi oleh prajurit Romawi yang menyuruhnya memikul salib Yesus.

Simon dari Kirene memang jauh lebih dikenal karena kesediaannya membantu memikul salib Yesus. Hal yang kemudian menginspirasi dunia Kekristenan untuk melakukan tindakan dan gerakan berbagi bersama mereka yang menderita. Salah satu gerakan sosial berbasis Kekristenan di Inggris Raya dan Irlandia mengadopsi namanya dalam Cyrene Movement. Gerakan yang dimulai sejak 1960-an ini amat terkenal dalam dampaknya di tengah masyarakat. **arms

Foto: Maria Rosenberg

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA