Suara Kepedulian Berbagi di COY Summit 2017

Saya disini bukan karena expert, tapi karena hidup memang mengharuskan kita berbagi.

Christian Natalie memulai presentasinya di depan peserta COY Summit 2017, pada Sabtu (28/10) di GKI Kebonjati. Ia menjelaskan hakikat kehidupan yang berbagi. Sesuatu yang juga mendorongnya untuk mengerjakan banyak hal, termasuk mengedukasi kaum muda dan komunitas untuk menghayati hidup yang berbagi dengan lingkungan.

Co-founder Greeneration Foundation ini menjelaskan bagaimana manusia dalam perkembangannya semakin berjarak dengan alam. Pertanian, industri dan pasar, telah membuat manusia terhalang, dan kurang peduli pada alam, sehingga sejumlah kerusakan parah telah terjadi.

Bagi Christian, gereja perlu mengembangkan konsep eco-church, dimana Injil sebagai kabar baik adalah kabar baik juga buat bumi yang diciptakan Allah. “Ini adalah juga bagian dari implementasi iman Kristiani,” tegasnya.

Namun untuk melakukan itu tidak bisa hanya satu kelompok. Karena bumi ini adalah tanggung jawab bersama. Please do collaborate,” lanjut Christian seraya mencontohkan bagaimana ia dan rekan-rekan sekomunitasnya di Paroki St. Odilia Bandung dan Eco Camp menyebarkan ide dan konsep untuk gereja dan komunitas yang peduli lingkungan. Butuh upaya bertahap untuk mengubah kebiasaan seperti buang sampah dan merokok sembarangan, atau memboroskan makanan, air dan energi. Membutuhkan komitmen dan semangat untuk terus membagikannya dengan cara yang inspiratif.

Hal yang sama juga disuarakan Pdt. Hendra Setia Prasaja saat mencontohkan apa yang ia dan jemaat GKI Cianjur kerjakan untuk kepedulian sosial dan lingkungan. Awalnya untuk memulai apa yang dikerjakan GKI Cianjur di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan lingkungan di masyarakat sekitar Cianjur amatlah sukar. Harus melampaui kebiasaan kita untuk mementingkan diri sendiri dan hanya melihat ke dalam.

Jangant takut mati, mari kita berbagi,” ujar Pdt. Hendra dengan nada yang inspiratif. Alumnus STT Jakarta dan UKRIDA ini, amat menyukai kutipan Pdt. (Em) Kuntadi Sumadikarya yang mendefenisikan spiritualitas sebagai kesalehan yang diperdalam dan terbaharui dipadukan kepedulian yang bernyala bagi dunia.

Dunia ini adalah ladang gereja berkarya. Gereja yang sibuk dengan dirinya  tak layak berada di dunia,” lanjut Pdt. Hendra.

Suara kepedulian untuk berbagi ini memang dinilai sebagai kebutuhan yang perlu sekali dipahami kaum muda. Peserta COY Summit 2017 mengaku apa yang dibagikan dua pembicara yang dekat kaum muda ini sebagai hal yang relevan di tengah dunia masa kini. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA