Tuhan Berencana, Rut Memutuskan

Sering kali orang mendengar ungkapan: “Manusia berencana, Tuhan yang memutuskan.” Namun bagaimana jika dimaknai sebaliknya? Kisah dari Rut dan Naomi boleh dikatakan mewakili hal yang berkebalikan tersebut.

Tuhan telah memiliki rencana yang indah bagi Rut dan Naomi yang sedang berduka ditinggal suami-suami mereka. Kehilangan suami tentu bukan sesuatu yang mudah, karena itu berarti mereka kehilangan pencari nafkah, dan terlebih dari itu kehilangan kepala keluarga yang memimpin dan melindungi mereka.

Diawali dari persimpangan jalan pulang Naomi ke Betlehem, Rut dan Orpa diberikan kesempatan dan kehendak bebas yang sama. Orpa memilih pulang kembali ke Moab, sedangkan Rut memilih untuk mengikuti Naomi. Secara tegas ia menyatakan:“Sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” (Rut 1: 16)

Setelah tiba di Betlehem, dan mengetahui bahwa ternyata masih ada keluarganya yang dapat menebus dan menyelamatkan garis keturunan mereka, Naomi kembali menyampaikan sebuah rencananya kepada Rut. Rut pun memutuskan untuk taat mengikuti setiap perintah Naomi. Bahkan setelah Boas tahu bahwa masih ada keluarganya yang lebih dahulu berhak menebus, Rut memutuskan untuk tetap mengikuti proses penebusan sesuai dengan ketentuan bagi bangsa Israel yang telah disampaikan Musa.

Akhirnya, tragedi yang menimpa mereka di Moab, diubah menjadi kebahagian yang tak ternilai. Rut pun dipakai Tuhan melahirkan Obed yang kemudian merupakan kakek dari Daud. Ia pun menjadi salah satu dari lima perempuan yang dicatat dalam sejarah silsilah Tuhan Yesus.

Mungkin terlintas di pikiran, semua terjadi karena rencana Naomi dan Boas, tapi tanpa disadari itu sebenarnya adalah rencana Tuhan. Dan kita tahu bahwa apa yang di rencanakan Tuhan pasti baik, hasilnya tergantung keputusan kita untuk berjalan dalam rencana-Nya atau di luar itu. Seperti halnya Rut yang dipanggil dan setia mengikuti Allah, kitapun dipanggil untuk mengikuti kehendak-Nya. Beranikah kita memutuskan untuk mengikuti-Nya?

Saat memutuskan untuk mengikut Tuhan kita juga harus berani untuk mengikuti proses yang ada seperti Rut. Walaupun terkadang rencana-Nya masih terhalang kabut tragedi yang menimpa kita, percayalah bahwa Ia adalah Tuhan atas segalanya. **sn

Foto: Ruth im Feld des Boaz (Julius Schnorr von Carolsfeld)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA