Yokhebed: Ibu yang memuliakan Yahweh

Adalah ‘anak’ dari Lewi yang dinikahi oleh Amran, keponakannya sendiri… (Keluaran 6:20). Mengapa diberi tanda petik? Karena hingga saat ini, tidak ada keterangan jelas mengenai ayah dan ibu dari Yokhebed. Sebagian penafsir mempercayai bahwa status ‘anak’ Lewi disini, mirip dengan status ‘anak’ Terah yang melekat pada Sara. Konon, pada zaman itu, cucu pun sering dipanggil dengan sebutan anak dari sang kakek, sehingga banyak yang berkesimpulan bahwa Yokhebed sebenarnya dinikahi sepupunya. Tapi bukan itu yang hendak dicermati kali ini.

Nama Yokhebed, sepertinya agak asing di telinga kita, karena hanya dua kali disebutkan dalam Alkitab (Bilangan 26:59 dan Kejadian 6:20). Namun saat mendengar bagaimana perannya sebagai Ibu, kemungkinan besar kita semua pernah mendengar kisahnya. Ia adalah Ibu yang berjuang membuat peti pandan yang dipakalkan dengan gala-gala dan tér. Ia memasukkan bayinya yang baru beusia tiga bulan kedalam peti itu. Lalu ia mengapungkan peti itu di antara batang-batang teberau di tepi sungai Nil. Dipanggilnya Miryam, anak perempuannya, untuk mengawasi peti itu secara diam-diam dan Harun, anaknya, diperintahkan untuk tidak memberitahukan kepada orang lain bahwa ia memiliki seorang adik-laki-laki.

Sekarang kita pasti ingat, siapa Yokhebed sebenarnya. Ya, dia adalah ibu dari tiga tokoh penting dalam Alkitab yaitu Musa, Harun dan Miryam. Musa adalah nabi besar yang dipakai Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dan untuk menyampaikan hukum-hukum Tuhan bagi umatNya. Harun, juru bicara Musa, dan Imam yang memipin bangsa Israel dalam menyembah dan menjalankan hukum-hukum Tuhan. Sedangkan Miryam adalah nabiah yang memimpin bangsa Israel untuk bernyanyi dan menari memuji TUHAN (Keluaran 15:20-21).

Pelayanan ketiga anak ini tentu tidak lepas dari peranan sang Ibu yang beriman kepada Yahwe. Dengan iman, Yokhebed rela ‘melepaskan’ Musa, anaknya, tetapi kemudian ‘mendapatkanya’ kembali. Dengan iman pula, ia mendidik dan membesarkan anak-anak yang kemudian hidup untuk memuliakan Tuhan (Ibrani 11:23). Dan tahu kah kita bahwa nama Yokhebed itu berarti “Yahweh adalah kemuliaan?” Itulah Yokhebed, Ibu yang bukan hanya sekedar dengan namanya, tetapi dengan perbuatan imannya, telah memuliakan Yahweh yang ia sembah. **sn

Foto: Rita Sweatt

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA