Bulan Keluarga untuk Semua di GKI Wahid Hasyim

Ada sekelompok orang yang kerap tersisih saat jemaat GKI ramai merayakan Bulan Keluarga. Acara yang kebanyakan hanya difokuskan untuk keluarga inti yang lengkap, seringkali mengabaikan kelompok lain semisal kaum usia indah, mereka yang telah ditinggalkan orang yang dikasihi, keluarga yang tanpa anak, atau orang-orang yang sejauh ini memilih hidup single.

Kami juga sering mengalami, sampai-sampai ada anggota jemaat kami yang malah memilih beribadah minggu di tempat lain, karena merasa tidak bisa terlibat di Bulan Keluarga,” ujar Nelly Simon, Tim Acara Bulan Keluarga GKI Wahid Hasyim, Jakarta.

Bagi Nelly, hal seperti inilah yang mendorong ia dan rekan-rekan di GKI Wahid Hasyim mengubah konsep acara bulan keluarga yang biasa dilakukan selama ini. Dengan persiapan sekitar dua bulanan, mereka menggagas acara bulan keluarga yang mencoba merangkul semua anggota jemaat. Pun setiap minggu bulan keluarga yang jatuh di Oktober mereka berkali-kali berjumpa untuk mempersiapkan acara.

Tiap kebaktian minggu di Bulan Oktober, ada tampilan drama singkat yang menggambarkan berbagai kondisi dan pergumulan yang dihadapi anggota jemaat. Tidak hanya mereka yang memiliki keluarga inti yang lengkap.

Seru sekali, menghibur sekaligus menginspirasi. Banyak anggota jemaat yang menunggu tampilan fragmen drama ini di tiap kebaktian minggu,” komentar Martine Dian, penatua pendamping di rangkaian acara bulan keluarga GKI Wahid Hasyim ini.

Khotbah-khotbah pun diarahkan untuk melihat spektrum keluarga yang lebih luas itu, seperti Keluarga Sehati dalam Kasih (tema utama sekaligus tema di minggu pertama), Orang Tua, Mertua dan Menantu Harmonis dalam Kasih, Ketika Hidup Menjadi Sendiri, Single No Problemo dan Memulihkan Keluarga untuk Sehati dalam Kasih.

Selain itu, sejumlah kegiatan juga diupayakan untuk melibatkan semua. Ada warung pendeta, dimana tiap minggu satu pendeta GKI Wahid Hasyim ditampilkan hal-hal personal dan dekat dengan kesehariannya. Foto keluarga, makanan kesukaan, barang-barang yang menunjukkan hobby pendeta, semuanya ditambilkan sehingga membuka kedekatan personal antara jemaat dengan pendetanya.

Ada pula panggung keluarga yang diisi beragam acara kebersamaan seperti kuis, pemeriksaan kesehatan, bazaar, fashion show pakaian daerah serta seminar yang memperlengkapi jemaat. Demikian pula ada perkenalan profil GKI Wahid Hasyim dan semua komisi serta pelayanan yang ada.

Secara khusus Nelly memuji Komisi Anak yang didaulat menjadi kordinator acara bulan keluarga tahun ini. Tim ini dinilainya sangat aktif mengajak dan melibatkan komisi lainnya. Semua yang terlibat merasa sangat bersyukur bisa menghadirkan pemaknaan baru dalam bulan keluarga.

Pastinya cukup menyita waktu kami, tapi kami merasa ada kebahagiaan tersendiri ketika semua jemaat ikut merasakan apa itu Bulan Keluarga. Gereja dalam bulan keluarga harusnya merangkul semuanya, agar tidak ada yang kesepian. Lantas mensyukuri dengan ikut ambil bagian dalam pelayanan di gereja,” papar Nelly dengan nada bahagia.

Semoga GKI yang lain bisa membuka diri juga untuk ikut merasakan apa yang kami rasakan di GKI Wahid Hasyim,” harapnya. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA