COY Bandung Membantu Anjangsana BALAD

Ayo lempar dadunya… Nah kalian di kotak yang sama,” Eres memandu kelompok yang terdiri dari sembilan orang anak usia SD. Mereka bermain Katumbiri (Bhs Sunda: pelangi), satu permainan yang diadopsi dari permainan ular tangga namun kali ini dikemas untuk edukasi keberagaman. Warna board yang ceria serta keseruan challenge saat mereka ada di kotak yang sama itu amat menyenangkan bagi anak-anak.

Tak hanya Katumbiri, anak-anak pun melukis sosok temannya dalam cita-cita mereka. Mereka juga bermain perkusi bersama serta sejumlah permainan ice breaking lainnya.

Selasa (21/11) sekitar 90-an anak bermain bersama dalam acara Anjangsana, yang digagas oleh Tim Bandung Lautan Damai (BALAD) 2017. Kegiatan itu bertempat di SD Cerdas Muthahari Bandung. Sekolah berbasis pendidikan Islam ini menyambut siswa-siswi dari SD St. Angela, SDN Karang Pawulang, SDK Yahya dan SD BPK Penabur dalam momen yang merayakan keberagaman itu.

Eres, bersama beberapa rekannya dari Community of Youth (COY) Bandung dan Guru Sekolah Minggu GKI Kebonjati, turut menjadi fasilitator yang memandu acara ini. Mereka mengerjakannya bersama guru SDC Muthahari, Komunitas ASKARA dan panitia BALAD 2017.

Event ini adalah bagian dari perayaan hari toleransi Internasional yang jatuh tiap 16 November. Di Bandung perayaan itu dikontekstualisasikan dalam tajuk Bandung Lautan Damai atau disingkat BALAD (dalam Bhs. Sunda: balad berarti teman/sahabat). BALAD itu digagas oleh Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) bersama puluhan komunitas keagamaan dan budaya di Bandung, termasuk GKI Klasis Bandung dan COY.

Sejak tahun keempat penyelenggaraan BALAD, yaitu di tahun 2015, kegiatan Anjangsana ini menjadi program yang rutin. Tujuannya adalah untuk mempertemukan anak-anak sejak usia dini dengan keberagaman.

Kita sadar perlu membuka ruang untuk mempertemukan anak-anak ini dengan rekannya yang berbeda. Mengenal dan bergaul yang berbeda agama, mungkin semakin terbatas, apalagi jika diperkotaan anak biasa bersekolah di sekolah yang cenderung homogen,” ucap Yunita dari Panitia BALAD.

Tahun 2015, Anjangsana itu diadakan di SDK Yahya, diikuti oleh SDK Yahya dan SDC Muthahari. Lalu 2016 di Pondok Pesantren Babussalam, yang dihadiri SD dan SMP Babussalam, SMO Bahtera, SDK Yahya, dan SMP BPK Penabur.

Tahun depan kami harapkan di Penabur ya,” usul Agus, guru dari SD BPK Penabur disambut tepuk tangan perserta lain.

Anak-anak muda COY, mengaku amat senang dilibatkan dalam keseruan Anjangsana ini. Antuasiasme untuk saling mempertemukan seperti ini tentu amat menyemangati setiap orang yang berjuang merayakan keberagaman. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA