Remaja GKI Guntur Melatih Diri dalam Proyek Sosial

Siang hingga sore Sabtu itu (18/11) GKI Guntur lumayan ramai. Selain ada acara di ruang bawah yang diisi kaum dewasa, lantai atas bangunan gereja ini didatangi belasan remaja. Mereka sedang berlatih dalam event bertajuk Workshop Day. Dengan gaya yang santai namun tetap serius menyimak mereka masuk ke dalam salah satu dari tiga kelas pelatihan: Manajemen Proyek, Menulis Naratif dan Fotografi.

Harusnya sih ada kelas videografi, tapi mungkin belum banyak yang bisa concern disitu,” komentar Mikhael Artur salah satu ketua Panitia Natal Remaja GKI Guntur. Mikhael menjelaskan pelatihan ini memang diadakan guna memperlengkapi panitia Natal remaja di gerejanya, yang akan mengerjakan proyek sosial dalam jangka waktu 20 November hingga 17 Desember tahun ini.

Tiga topik yang dipilih memang akan menghasilkan peran yang berbeda. Dalam kelas manajemen proyek misalnya, tim yang menjadi panitia ini diberi gambaran secara menyeluruh dalam merancang satu program kegiatan yang berdampak, alur yang realistis, serta sejumlah hambatan dan peluang. Praktiknya tentu saja membuat proposal dan gambaran umum kegiatan.

Lain lagi di kelas fotografi dan penulisan naratif. Kedua kelas ini memang lebih diutamakan untuk meliput dan mendokumentasikan kegiatan, hingga dampaknya diketahui dan dirasakan pula oleh banyak pihak. Tim dari kelas fotografi pun langsung mencoba skill yang mereka pelajari dengan mendokumentasikan kegiatan rekannya di kelas lain. Sementara itu kelas menulis, menjalani tiga kesempatan latihan, dimana mereka menulis langsung dengan gaya naratif.

Yang jelas, semua anak-anak muda ini tampak bersemangat selama hampir empat jam penuh pelatihan. Tidak hanya mendengarkan, mereka pun antusias mempraktikkan sejumlah skill dan materi yang telah mereka dapatkan. Koreksi, masukan serta apresiasi dari rekan maupun pemberi materi juga diperhatikan dengan seksama.

Sharon, salah seorang peserta di kelas penulisan naratif mengaku mendapat sejumlah masukan dalam mengembangkan gaya menulisnya. “Memang sudah beberapa kali pernah menulis cerita, tapi tadi metode latihan dan pengetahuan dasarnya cukup membantu,” ujar Sharon.

Komisi Remaja GKI Guntur nampaknya menyadari bahwa kepanitiaan di acara Natal seperti ini bukanlah sekedar sebuah rutinitas. Namun, dapat pula dimanfaatkan menjadi sarana pembinaan. Dimana panitia yang terlibat, tidak hanya berupaya capek-capek bekerja, namun diperlengkapi lewat praktik langsung. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA