Ektimisi Natal Koreci

“Audio standby, lighting standby, graphic standby, all crew standby…”

Seruan floor director itu menggema sebelum acara dimulai, mengarahkan dan mengintruksikan seluruh panitia untuk siap dimasing-masing posisinya. Layaknya seperti program TV, kemeriahan itu pun ditambah dekorasi dan letter light yang bertuliskan EKTIMISI serta penekanan konsep komposisi warna hitam dan kuning keemasan yang berkesan megah, memperlihatkan acara dikemas dengan sangat serius.

Sabtu (21/12), remaja dan pemuda GKI Cimahi berdatangan untuk bersama-sama merayakan perayaan natal, yang diadakan oleh Komisi Remaja GKI Cimahi atau yang sering disebut dengan Koreci. Sebelum masuk kedalam ruang ibadah, jemaat dan simpatisan yang hadir disambut untuk berfoto terlebih dahulu di red carpet photo booth yang telah disediakan.

Dalam sambutannya, penatua pendamping remaja, Pnt. Dr. Christian Fredy Naa, mengatakan perayaan natal Koreci selalu menjadi spesial disetiap tahunya. Ada dua pencapaian yang spesial pada tahun ini, yang pertama adalah Divergent Camp. Sangat syukuri dari hasil camp tersebut jumlah jemaat remaja yang melayani semakin bertambah. Pencapaian yang kedua adalah pada tahun ini telah diluncurkannya Kartu Koreci yang digunakan untuk presensi ibadah remaja di GKI Cimahi.

Acara natal ini dibawa dengan sangat muda lewat gaya milenialnya, ada beberapa penampil yang mengisi acara pada perayaan natal tersebut, seperti paduan suara, dance, beatbox, dan persembahan pujian. Tidak hanya dari remaja GKI Cimahi saja, tetapi ada beberapa pihak luar yang berkontribusi seperti Sekolah BPK Penabur, jemaat GBI, dan Jemaat HKPB yang turut hadir memeriahkan perayaan natal Koreci.

Selain itu ada juga drama musikal yang dikemas cukup menarik, yang cerita didalamnya menghadirkan sebuah audisi seperti salah satu ajang pencarian bakat.  Dimana dua tokoh utama mengikut ajang pencaraian bakat tersebut berjuang untuk mendapatkan hadiah besar. Dalam perjalanannya mereka sempat gagal di babak semi final, akan tetapi akhirnya menang karena pemenang sebelumnya dianulir. Drama musikal ini merefleksikan terkait apa yang seharusnya anak muda hargai dalam mengerjakan sesuatu.

Ektimisi dari Bahasa Yunani, εκτίμηση, berarti penghargaan, menjadi tema pada perayaan natal ini. Pesan khotbah diambil dari Amsal 3:3-4 dan dibawakan oleh Pdt. Nathaniel Valentio Saleky salah satu pengerja asal GKI Taman Cibunut. Pdt. Nathaniel menyampaikan bahwa kedatangan Tuhan Yesus bukanlah untuk mencari penghargaan  melainkan memanggil orang yang berdosa dan mengobati orang yang sakit, seperti yang tertulis pada Markus 2:17.

Pdt. Nathaniel juga bercerita bawha penghargaan adalah sesuatu tidak bisa dihilangkan dalam diri manusia, karena setiap manusia membutuhkan penghargaan. Sejak lahir  manusia sudah berharga dimata Allah, karena Tuhan mencipatkan manusia serupa dengan gambar dan rupa Allah.

“Sebetulnya kita adalah orang-orang yang berharga. So, apa yang harus kita lakukan sebagai anak Tuhan, sebagai anak yang berharga? Menjaga harga diri. Ayat di Amsal ini ngomong sama kita bagaimana menjaga diri dihadapan Allah dan jaga diri dihadapan manusia ‘jangan lah kiranya kasih dan setia menginggalkan engkau, kalungkan lah itu pada lehermu’. Jika kamu  ingin disebut amak remaja, amak generasi muda yang berharga, janganlah meninggalkan kasih dan kesetiaan,” tutur Pdt. Nathaniel.

Pdt. Nathaniel juga menekankan secara khusus keberhargaan kaum muda, sebagaimana nasehat Rasul Paulus pada Timotius. “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataaanmu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”  Ia menantang remaja untuk berani hidup dalam kasih dan kesetiaan. **id

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA