Natal Pertama GKI Cibeureum

Langit di Hari Minggu (24/12) mulai meremang menandakan bergantinya sore menuju malam. Di Aula SMAK 3 BPK Penabur Bandung sudah banyak jemaat GKI Cibeureum yang datang. Mereka sudah ada yang hadir sejak pukul 17.00 WIB, hampir semua jemaat datang bersama dengan keluargan untuk merayakan Malam Natal 2017.

Para majelis pun sudah bersiap-siap di depan pintu untuk menyambut jemaat. Ada seratusan lebih jemaat yang menghadiri acara ibadah malam natal ini. Mulai dari anak-anak, remaja hingga kaum dewasa, semua hadir dengan sangat penuh sukacita, saling menyapa dan bersalam-salaman antar jemaat satu sama lain.

Ini merupakan perayaan natal pertama kali bagi jemaat GKI Cibeureum, setelah resmi didewasakan pada Senin, 23 Oktober 2017 lalu. Boleh jadi ini menjadi salah satu unsur penyemangat jemaat, yang terlihat sangat antusias mempersembahkan pelayanannya di ibadah malam Natal ini.

Ada Anak Sekolah Minggu kelas kecil dengan persembahan tariannya. Selain itu ada juga persembahan pujian dari Sekolah Minggu Kelas Besar yang terdiri dari anak jelang usia remaja. Ada pula paduan suara dan persembahan puisi dari Komisi Dewasa.

Ev. Ramon Ferdinand Sumangkut dalam khotbahnya mengungkapkan bahwa natal tahun ini adalah sebuah pengharapan, bukan pengharapan yang berasal dari kehendak manusia melainkan berdasarkan kehendak Tuhan.

“Tuhan Yesus adalah harapan kita, karena apa yang dia buat melampaui kelemahan dan keterbatasan kita. Ketika kita bilang mustahil, tetapi sesusnggungnya tidak ada yang mustahil bagi Dia. Ketika kita melihat keedepan gelap, dan Tuhan memegang tangan kita dan berkata ayo jalan Aku bersama sama dengan engkau,” khotbah Ev. Ferdinand.

Ia juga mengajak para jemaat GKI Cibeureum di usia pendewasaan yang baru menginjak dua bulan ini, untuk sama-sama memiliki kerinduan menjadikan Tuhan Yesus sebagai pengharapan. Sehingga tantangan ke depan sebagai jemaat GKI, bisa dihadapi bersama-sama dengan berserah kepada Tuhan.

“Biarlah Tuhan yang memegang tangan kita, karena ketika Ia memegang, peganganya itu kokoh, kuat dan tak akan lepas, karena Dia Allah,” tutup Ev. Ferdinand. **id

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA