Program Kerja Jemaat (Bagian 1)

Salam hangat seluruh Jemaat GKI Sinode Wilayah Jawa Barat dalam Yesus Kristus Tuhan kita. SBS bulan ini terbit mendampingi Jemaat-Jemaat, khususnya di lingkungan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, yang kembali disibukkan dengan penyusunan Program Kerja Jemaat memasuki bulan April 2018, setidaknya untuk setahun kedepan. Semoga terbitan SBS saat ini sedikit membantu upaya dan harapan kita untuk memiliki dan mewujudkan program kerja yang lebih baik.

Dalam setiap kali pembuatan dan penyusunan program kerja Jemaat, tidak banyak atau bahkan tidak ada kegiatan-kegiatan yang benar-benar baru. Umumnya kegiatan-kegiatan yang sudah diwariskan sejak lama atau yang biasa kita sebut sebagai kegiatan yang rutin. Namun jangan berkecil hati akan hal ini, seolah-olah dengan tidak adanya kegiatan yang baru kita anggap program kita kurang serius dan kurang bermutu.

Tidak demikian, sebab rutinitas kegiatan Jemaat juga adalah ciri dari gerak kehidupan, rutinitas hidup kita yang selalu dimulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, dan begitu seterusnya. Kita sadar betul bahwa suatu rutinitas dapat menjadi hal yang kurang memuaskan dan membosankan sehingga kurang memberi manfaat, apabila rutinitas tersebut tidak diimbangi dengan kreativitas dan kualitas.

Tanpa keduanya, kreativitas dan kualitas, kegiatan-kegiatan Jemaat kehilangan daya tarik, bobot dan manfaatnya. Jadi, kegiatan-kegitan program yang sifatnya rutin tidak bisa dan tidak perlu kita hindari, dan tetap menjadi menarik dan bermutu sejauh kita memperhatikan kreativitas dan kualitasnya.

Di samping perhatian terhadap kreativitas dan kualitas, juga perlu memastikan efektivitas dan efisiensi dari setiap kegiatan program. Artinya, memastikan bahwa setiap kegiatan dapat memberi dampak atau pengaruh yang baik bagi upaya Pembangunan Jemaat sehingga seberapapun tenaga, waktu, dan dana yang dikeluarkan tidak menjadi suatu pemborosan. Amat disayangkan apabila tidak sedikit kegiatan program yang sudah pasti menyedot tenaga, waktu, kesibukan, dana namun tidak dapat dipastikan bisa mencapai tujuan dan memberi manfaat bagi Pembangunan Jemaat.

Sebagai contoh, umpamanya, beberapa kegiatan retreat atau kegiatan perayaan Jemaat, yang sudah jelas menuntut kesibukan dan dana besar namun tidak jarang kita abai terhadap tujuan dan hasil yang dicapainya. Sekalipun dilakukan evaluasi pasca kegiatan lebih banyak tertuju pada teknis pelaksanaan ketimbang efektivitasnya terhadap pembangunan Jemaat. Akibatnya, muncul bentukbentuk kegiatan yang sifatnya mengulang, bahkan dengan tujuan yang sama, dari tahun ke tahun.

Hal ketiga dan terakhir yang perlu mendapat perhatian adalah esensialitas kegiatan program yang dilakukan. Umumnya setiap Jemaat kita memiliki banyak kegiatan, baik dari jumlah maupun ragamnya, mulai dari kegiatan yang langsung terlihat nuansa teologisnya hingga kegiatan-kegiatan yang nuansa teologisnya mesti dicari terlebih dahulu. Misalnya, mulai dari kegiatan ibadah sampai kegiatan olahraga, mulai dari sakramen sampai yang bersifat hobi…

(bersambung ke bagian 2)

Pdt. Vince Ferdinand (GKI Sutopo – Tangerang)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA