Program Kerja Jemaat (Bagian 2)

[Lihat bagian sebelumnya]

Yang hendak dikatakan di sini adalah jangan sampai jumlah dan keragaman (kegiatan gerejawi) membuat kita abai terhadap yang esensi, yang inti, yang mendasar dan perlu sekali, yang hakiki, terkait dengan makna kehadiran dan panggilan gereja. Sebagaimana kita pahami bersama bahwa Tuhan menghadirkan gereja-Nya untuk menjadi berkat, sumber pemeliharaan hidup, baik bagi anggota Jemaat secara internal maupun masyarakat sebagai lingkungan ekternalnya.

Makna kehadiran tersebut sangat ditentukan oleh kegiatankegiatan program yang dirumuskan dan dilaksanakan. Apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan mampu mengusung tujuan Pembangunan Jemaat? Apakah kegiatan programnya mampu menempatkan gereja dalam kemaslahatan bagi masyarakatnya?

Dengan rendah hati kita harus meyakinkan diri bahwa gereja hadir bukan untuk sekedar ada apalagi menunjukkan kehebatan diri melainkan untuk menjalankan peran dan fungsi untuk menjadi berkat bagi semua orang. Peran dan fungsi sebagai tugas dan panggilan gereja, secara esensi, merupakan barometer bagi hidup dan perkembangan Jemaat.

Singkatnya, SBS kali ini mengajak kita semua, Jemaat-Jemaat di lingkungan GKI SW Jabar, untuk memperhatikan kreativitas dan kualitas, efektivitas dan efisiensi, serta esensialitas dalam penyusunan program kerja tahun ini. Dasarnya adalah Kristus sebagai Kepala dan Jemaat sebagai tubuh-Nya yang terus bertindak dan berkarya dalam dunia dan hidup yang dikasihi-Nya.

Gereja yang menghayati kehadiran Kristus mestinya dapat secara nyata dan terasa dalam dunia melalui kegiatan-kegiatan program yang dilakukannya. Kegiatan-kegiatan yang dirumuskan merupakan cermin dari peran serta Kristus sebagai penggerak, pendorong, dan pengarah gerak hidup Jemaat. Jemaat sebagai gereja tidak dapat bergerak dengan sendirinya atau oleh keinginan dan kemauannya, melainkan oleh Kristus, Sang Kepala, yang menghidupkannya.

Melaksanakan kegiatan-kegiatan program dengan mengabaikan Kristus membuat Jemaat ibarat ‘tubuh bergerak tanpa kepala’, menakutkan dan jauh dari menarik. Sebaliknya, menghayati Kristus memampukan kita untuk merumuskan program kerja yang memahami dan menanggapi kehendak Allah untuk kita lakukan; memampukan kita untuk memiliki daya kritis terhadap hal-hal mana dari kehidupan kita sebagai Jemaat yang tidak berkenan atau tidak memuaskan kehendak-Nya; memampukan kita memiliki program kerja yang memulihkan, baik memulihkan hidup berjemaat kita maupun memulihkan panggilan kesaksian kita.

Akhirnya, salah satu permasalahan yang dihadapi Jemaat-Jemaat kita adalah beberapa anggota Jemaat yang ‘lari’ dan keluar dari lingkungan Jemaat. Penyebabnya pasti bukan karena di Jemaat kita sudah tidak ada kegiatan atau program kerja yang dijalankan, mungkin kegiatan dan program kerja itu dianggap kurang bobot dan daya tariknya.

Walaupun pada akhirnya semua berpulang pada kebebasan setiap orang untuk memilih berjemaat dimana, namun tanggungjawab kita sebagai Jemaat untuk merumuskan, menyusun, dan melaksanakan program kerja yang lebih baik. Selamat berprogram kerja, teruslah menjadi Jemaat yang terbangun, berkualitas, dan terus memperbaharui diri melalui setiap program kerja yang kita gumuli secara serius di hadapan Tuhan.

Pdt. Vince Ferdinand (GKI Sutopo – Tangerang)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA