Laporan yang Profesional (1)

Setelah GKI, dalam berbagai lingkup pelayanan, telah membuat berbagai program pelayanan dengan tujuan dan sasarannya, serta menetapkan anggarannya dan kemudian merealisasikan program-program tersebut, tibalah saatnya untuk melaporkan bagaimana program tersebut berjalan. Seberapa baik kewajiban-kewajiban dari para pelayan dilaksanakan. Seberapa dapat dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya Gereja. Itu artinya para pelayan tersebut mesti mempersiapkan diri untuk dapat menjawab pertanyaan yang menyangkut pertanggungjawabannya.

Pepatah bijak mengatakan, “Seseorang yang sudah mampu menerima kesalahan dirinya, mengakui kelemahannya, akan lebih mudah melakukan perbaikan diri agar tidak mengurangi kesalahan yang sama.

Kalimat pepatah bijak ini hendak mengajak setiap pembacanya pergi ke masa lalu. Mereka diminta untuk memperhatikan dengan seksama rangkaian peristiwa yang terjadi. Semakin seksama menelusuri peristiwa masa lampau semakin tertemukan pembelajaran yang berharga. Pembelajaran itu adalah “Saya makin mengenal siapakah saya. Saya semakin mengenali kekuatan saya. Saya menyadari kekeliruan saya.

Senada dengan yang diungkap dalam Pengkhotbah 1 : 13 yang mengatakan “Aku membulatkan hatiku untuk memeriksa dan menyelidiki dengan hikmat segala yang terjadi di bawah langit. Itu pekerjaan yang menyusahkan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan diri.

Penulis Pengkhotbah pada bagian ini hendak menegaskan bahwa ia berketetapan dalam hatinya: hendak dengan akalnya memeriksa dan menyelidik segala sesuatu yang terjadi di bawah langit. Memakai akal berarti membedakan yang salah dan yang benar, serta menganalisis sesuatu dengan pendekatan sains yang dapat dipertanggungjawabkan. Tidak terpengaruh oleh asumsi yang amat subjektif.

Pengkhotbah memahami bahwa upaya ini harus dilakukan dengan upaya yang gigih! Hendaklah ketika memeriksa dan menyelidiki segala yang terjadi, termasuk yang di masa lampau itu, dengan memusatkan perhatian penuh. Pelajari dan ujilah dengan teliti! Jika belum mengalami kelelahan diri jangan-jangan belum melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

Menyusun laporan atau akuntabilitas pelayanan mesti dilakukan dengan profesional. Artinya laporan tersebut selain mengandung muatan realitas masa lalu tetapi juga mengandung semangat untuk memperbaiki, mengembangkan dan memotivasi diri dalam karya layanan di masa yang akan datang. Belajar dari kegigihan Pengkhotbah yang dengan amat serius memeriksa dan menyelidiki maka Gereja terpanggil juga untuk dengan serius memeriksa diri dan melaporkan segenap program karya layanan Gerejawi yang sudah berjalan.

(bersambung)

Penulis: Pdt. Pramudya Hidayat (Wakil Sekretaris Umum BPMK – GKI Klasis Cirebon)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA