Laporan yang Profesional (2)

Para pelayan Tuhan mesti menghayati diri sebagai Pelayan yang dipercaya oleh Tuhan. Perumpamaan bendahara yang tidak jujur menegaskan betapa besarnya Allah mempercayakan rekan sekerja-Nya dalam karya bagi dunia.

Bendahara (Yunani: oekonomos) rumah tangga adalah seseorang yang dipercaya untuk mengelola keuangan rumah tangga, mengatur pembantu-pembantu yang lain dalam rumah tangga tersebut, dan juga dipercaya untuk membantu mengatur anak-anak dari tuan rumah (Galatia 4 : 2). Pada prinsipnya, seorang bendahara mengatur sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya sendiri. Dalam bagian lain Tuhan Yesus mengatakan bahwa siapa yang diberi dan dipercaya banyak, maka kepadanya akan dituntut lebih banyak (Lukas 12 : 48). Bukankah ini merupakan suatu kehormatan bagi para pelayan Tuhan?

Kehormatan yang diberikan oleh Tuhan mesti dijaga dengan memberikan laporan professional. Sekurang-kurangnya 3 hal berikut merupakan indikasinya :

  • Laporan memperlihatkan kejujuran. Murid Kristus dipanggil untuk mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat. Murid Kristus tidak pernah dipanggil untuk memanipulasi apa yang telah diperbuat demi kesenangan banyak orang. Kejujuran justru membawa pada situasi di mana murid-murid Kristus menghadapi realita dan semakin terlatih. Sebaliknya ketidakjujuran justru membawa para murid lari dari realita dan membuatnya semakin kerdil dan tak berdayaguna.

 

  • Laporan yang memperlihatkan seberapa efektif dan efisien program berjalan. Sejak penyusunan program telah disadari realita minimnya sumber daya manusia dan dana. Kedua hal itu diakui seringkali menjadi kendala utama dalam menciptakan program-program pelayanan yang sungguh relevan bagi GKI. Setelah program berjalan tentu kita memiliki “rekam jejak” yang amat berguna untuk mengukur seberapa tepat sasaran tercapai serta seberapa banyak waktu dan dana yang terpakai.

 

  • Laporan yang mempertanggungjawabkan keuangan dengan transparan. Gereja sebagai lembaga publik harus bisa menerangkan bagaimana dana tersebut didapatkan, kemana dana tersebut dibelanjakan, dan berbagai macam pertanggungjawaban lainnya.

 

Laporan yang profesional sesungguhnya mengandung muatan reflektif bagi tiap person yang terlibat. Laporan pada akhirnya menolong orang yang berwenang dalam program Gereja merenung: apakah telah berkarya dengan optimal?

Seseorang diketahui setia atau tidaknya justru dari perkara-perkara yang kecil. Lukas 16 : 11 mengatakan, “Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Hal Mamon yang tidak jujur di sini maksudnya adalah kekayaan yang sementara dan semu, seperti halnya pada kasus yang tidak adil dan tidak halal – siapa yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Itu artinya Laporan yang disusun dengan professional pada akhirnya mengantar kita semakin siap menerima Perkara yang lebih besar lagi dari Allah.

Penulis: Pdt. Pramudya Hidayat (Wakil Sekretaris Umum BPMK – GKI Klasis Cirebon)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA