Pohon Ara: Terkutuk atau Terberkati?

Apakah Yesus berlaku kejam saat mengutuk pohon ara yang tidak berbuah, padahal memang belum memasuki musim buah? (Matius 21:19-21). Bagian Injil ini menimbulkan banyak kesulitan bagi banyak orang Kristen karena ini merupakan satu-satunya kejadian di mana Yesus menggunakan kuasa-Nya untuk membinasakan.

Umumnya tafsiran atas ayat ini lebih sering dimaknai secara alegoris. Bahwa Yesus sedang mengumpamakan pohon ara itu dengan orang yang kelihatannya beriman dan saleh namun tidak memiliki buah rohani. Meski demikian teolog Frederick Bruce, punya pendapat lain jika kita lebih mengenal sifat biologis pohon ara.

Di Israel, pohon ara (Ibarni: ta’enah) biasanya baru akan berbuah setelah daun-daunnya muncul kembali. Ada buah pendahuluan yang dikenal sebagai breba (taqsh), yang biasanya muncul bersamaan dengan berseminya daun pohon ara. Meski rasanya tidak sebaik buah yang muncul kemudian, breba ini tetap bisa dimakan. Jadi, Yesus tidak sepenuhnya alegoris saat mendekati pohon ara yang rindang itu. Sebab kemungkinan besar pohon-pohon ara lain belumlah tumbuh daunnya.

Selain pada kisah Yesus tadi, pohon ara cukup sering disebut di Alkitab di dalam Alkitab. Pohon yang tumbuh di kitaran Mediterania, Timur Tengah dan Asia Barat ini, telah lama dibudiayakan di Israel. Di dalam Alkitab, pohon ara pertama kali disebutkan di dalam kitab Kejadian, sebagai daun yang dipakai oleh Adam dan hawa untuk menutup diri mereka, setelah mereka tahu bahwa mereka telanjang (Kejadian 3:7).

Di Alkitab, pohon ara menang cukup sering dijadikan simbol, untuk yang konotasinya hal baik namun juga buruk. Digambarkan sebagai pohon yang baik untuk berteduh, atau buah yang enak, tapi terkadang pula dalam konotasi negatif sebagai bentuk kesombongan tampilan dan kenyamanan diri.

Buah pohon ara dapat dimakan baik tanpa pengolahan maupun dengan pengolahan. Di beberapa daerah sekitar Israel, daun pohon ara juga digunakan sebagai alat pembungkus makanan karena berukuran cukup lebar (maksimal sekitar 20cm). Buah pohon ara terasa manis. Umumnya buah pohon ara diolah dengan cara dikeringkan karena dipercaya mengandung kadar gula alami yang tinggi, kalsium, zat besi dan tembaga. Namun, selain dikeringkan buah pohon ara juga seringkali diolah sebagai kue oleh penduduk sekitar Israel.

Perkembangbiakan pohon ara liar umumnya terjadi oleh lebah berjenis Blastophaga psenes. Pohon ara dapat tumbuh hingga lebih dari 9 meter dengan daun-daun yang sangat rindang, sehingga seringkali di jaman perjanjian lama pohon ara menjadi tempat perteduhan. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA