Pohon Aras

Arz ar-Rabb, demikian nama tempat itu dalam Bahasa Arab. Nama itu berarti pohon aras Tuhan. Nama yang dipakai untuk menyebut hutan pohon aras di sekitar lembah dan jurang-jurang wilayah Bsharii, Libanon. Meski sekarang populasi pohon arasnya menyusut, tempat ini sudah terkenal sekian lama sebagai penghasil kayu-kayu aras berkualitas terbaik. Bahkan disebutkan dalam Epik Gilgamesh, salah satu epik tertua di dunia, bahwa datuk bangsa Sumeria itu membangun istananya dari pohon aras di hutan ini.

Di Alkitab, kemegahan pohon aras Libanon ini juga dipaparkan. Pohon ini menjadi salah satu bahan utama untuk Bait Allah yang dibangun Salomo (1 Raja-raja 5:6), juga istana-istana yang telah dibangun sejak zaman Daud. Kedua raja Israel ini diceritakan punya kedekatan dengan Raja Funisia di Libanon, Hiram. Demikian pula kayu aras dijadikan salah satu instrumen untuk pentahiran orang yang menderita kusta (Imamat 14).

Kayu aras yang dimaksud memang merupakan spesies pohon aras yang ada di wilayah Funisia, yaitu Cedrus libani. Alkitab terjemahan Inggris umumnya mengikuti penamaan Yunani yang menyebut pohon itu sebagai kedros (Latin: Cedrus). Sementara terjemahan Indonesia memang lebih mengikuti nama Semitiknya (Arab: arz, Ibrani: e’rez).

Tinggi pohon ini bisa mencapai 40 m dengan dahan-dahan panjang yang menjulur ke samping. Dahan-dahan dari satu pohon aras panjangnya 33,8 m dari ujung ke ujung. Keliling batang tunggal pohon aras sekitar 2-3 m dengan satu pohon kadang memiliki beberapa batang utama. Pohon-pohon yang sangat besar ini terus tumbuh selama ratusan tahun. Tak heran jika beberapa perlambang masyarakat Semitik, termasuk di Israel mengidentikkan pohon ini dengan kekuatan, daya tahan dan ketabahan (lihat Mazmur 92:13; Yehezkiel. 31:3).

Pohon aras menghasilkan buah dengan tudung (conifer) yang dapat mencapai panjang 20 cm. Biasanya memerlukan tiga tahun untuk menjadi matang. Kayunya merah dan bebas dari mata kayu, sehingga sangat baik buat bangunan maupun pembuatan kapal. Getah yang wangi menetes dari batang dan buahnya (Mzm. 104:16; Kid. 4:11), sementara inti kayunya yang pahit ampuh untuk menolak serangga dan melawan kebusukan.

Sayang sekali populasi pohon kunonya di Libanon saat ini hanya tersisa beberapa saja. Meski pohon-pohon yang lebih baru tumbuh di sekitar hutan aras tadi. Di Libanon, pohon aras selalu dipakai sebagai simbol nasional, sampai saat ini ada dalam lambang resmi dan bendera nasional negara ini. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA