Pohon Badam alias Almond

Generasi terkini di Indonesia mungkin kurang kenal pohon mana yang disebut pohon badam atau ketapang. Tumbuhan tropis yang lazim disebut country almond atau Indian-almond (Terminalia catappa) ini memang sudah jarang ditemui di wilayah perkotaan. Meski bentuk buahnya mirip dengan almond atau hazelnut, juga bijinya sama-sama bisa dipakai menghasilkan minyak, kekerabatan taksonominya masih terbilang jauh. Klasifikasi ketapang/badam, masih lebih dekat dengan pohon jambu atau delima, ketimbang almond.

Namun para penerjemah Alkitab Indonesia agaknya tidak mau terlalu merumitkan hal itu. Yang lebih dipentingkan adalah kemudahan pembaca untuk membayangkan spesies tanaman yang dimaksud. Maka untuk menerjemahkan dua kata Ibrani syaqed dan luwz, cukup dipakai satu kata, yaitu pohon atau buah badam. Sementara penerjemah Alkitab di bahasa Inggris umumnya menerjemahkan syaqed sebagai almond (Prunus dulcis), dan luwz sebagai hazel (Corylus avellana).

Pohon luwz atau hazel hanya sekali disebut dalam Alkitab, yaitu saat Yakub melakukan suatu tindakan seleksi pembiakan hewan, untuk beroleh upah dari Laban, karena bekerja menggembalakan kambing-dombanya (Kejadian 30:37).

Sementara itu syaqed atau almond, jauh lebih banyak disebut. Hal yang terbilang wajar, karena wilayah Timur Tengah memang merupakan asal tanaman ini. Sebagaimana diindikasikan oleh Yakub saat membekali anak-anaknya untuk pergi kembali mengunjungi Mesir, ia menyebut almond sebagai salah satu hasil negeri Kanaan (Kejadian 43:11).

Di Timur-Tengah almond, nampaknya sudah dibudidayakan sejak zaman perunggu (sekitar 3.000 SM). Tanaman ini sudah mulai berbunga bahkan sejak musim dingin (sekitar bulan Februari, terkadang sejak Januari). Warna bunganya putih bersih dan terbilang indah, terkadang bahkan sudah mekar sebelum daunnya banyak tumbuh. Agaknya ini yang membuat dalam bahasa Ibrani, namanya disebut syaqed, yang dekat akar katanya dengan syaqad, yang berarti bersegera, siap-sedia atau berjaga-jaga.

Permainan kata itu tampak misalnya dalam Kitab Yeremia, saat Tuhan bertanya apa yang dilihat oleh Nabi Yeremia. Nabi Yeremia menjawab bahwa ia melihat dahan pohon badam (syaqed). Lalu Tuhan menjawab itu adalah pertanda bahwa Ia akan siap sedia (syaqad) melaksanakan firman-Nya (Yeremia 1:11-12).

Dalam kitab Taurat disebutkan sebagai lambang pemilihan Tuhan, tongkat Harun tumbuh dan berbunga badam (Bilangan 17:8). Demikian juga kandil emas di Kemah Suci dibuat dengan hiasan kelopak bunga ini (Keluaran 25:33). Simbol ini menyiratkan kesediaan Tuhan untuk selalu menjaga umat-Nya, dan kesiapan umat untuk selalu berjaga-jaga mendengar pada Tuhan. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA