GKI Membantu Kuningan

Bencana banjir di Kabupaten Kuningan berdampak pada longsor dan ribuan warga harus mengungsi. Sejak Minggu siang (25/2), terjadi pergerakan tanah dan longsor yang mengancam sejumlah desa di  delapan kecamatan Kabupaten Kuningan. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (PBPD) TNI, maupun Polri sempat terkendala hujan deras yang mengguyur lokasi bencana dalam proses evakuasi, sehingga sampai hari ini masih banyak kebutuhan yang belum terpenuhi.

GKI Klasis Bandung dan Cipasar (Cibunut, Pasteur dan Arcamanik) bekerjasama dengan GKI Kuningan dan GKI se-Klasis Cirebon turut mengupayakan bantuan untuk penanganan bencana tersebut. Pada Selasa (6/3) ada tim yang datang untuk melakukan survey dan bantuan awal ke salah satu desa, yaitu Desa Cipakem, Kecamatan Maleber.

Bantuan awal yang diberikan berupa kebutuhan dasar yang jarang tersedia di pengungsian seperti pakaian dalam, pembalut, pakaian bayi, selimut, peralatan makan, air mineral dan alat tulis untuk anak,” papar kordinator tim, Yavet Sule Konda.

Yavet menjelaskan bahwa dari delapan kecamatan, yang menurut BPBD Kuningan terkena dampak banjir-longsor, tim ini sengaja memilih satu saja yang disasar secara spesifik, yaitu di Desa Cipakem ini. Di desa ini ada 178 keluarga yang harus tinggal di dua pos pengungsian, yaitu di balai desa Cipakem dan SMK Samiuddin. Total pengungsi berjumlah 576 orang.

Sebagian besar pengungsi masih bolak-balik ke lokasi bencana untuk meninjau ternak peliharaan dan ladang mereka yang juga rusak terkena banjir dan longsor Info yang kami terima ada 90 lebih ternak yang tidak bisa dievakuasi karena jalan desa terputus sepenuhnya. Jarak dari bale desa ke lokasi bencana lebih kurang 5 km, sampai saat ini hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki,” lanjut Yavet menjelaskan kondisi yang disurvey oleh tim sejauh ini.

Tim ini juga terus berkordinasi dengan BPBD Kabupaten Kuningan guna memudahkan distribusi yang merata untuk penyerahan bantuan, sehingga tiap bantuan yang disampaikan tepat sasaran. Demikian pula dengan perangkat desa yang menjelaskan sejumlah kebutuhan dasar yang benar-benar diperlukan di wilayahnya. Harapannya bantuan di tahap berikutnya bisa lebih menjawab kebutuhan warga yang lebih lanjut semisal terkait rumah dan pemberdayaan ekonomi warga. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA