Kupersembahkan Hidupku: Berita Penahbisan Pdt. Adi Cahyono

Nama Adi Cahyono, itu punya arti paling bersinar, semoga pendeta Adi Cahyono benar-benar menjadi Adi Cahyono bagi jemaat GKI Delima,” ungkap Wakil Sekretaris Umum BPMS GKI Pdt. Untari Setyowati dengan nada puitik disambut tepuk tangan jemaat yang hadir. Itulah yang terjadi pada Senin (5/3) saat Pnt. Adi Cahyono ditahbiskan ke dalam jabatan pendeta GKI dengan basis jemaat GKI Delima.

Ibadah tersebut dilaksanakan di Aula SMAK I, Lt. 8, BPK Penabur, Jakarta Barat. Penahbisan ini dilayankan oleh Pdt. Agus Wijaya dan mengambil tema Kupersembahkan Hidupku dengan bacaan dari Roma 12: 1.

Dalam khotbahnya, Pdt. Agus Wijaya mengingatkan seluruh yang hadir untuk kembali mengingat kasih dan panggilan Tuhan dalam kehidupan seluruh jemaat yang hadir. Dengan gaya yang terbilang informal Pdt. Agus Wijaya juga melakukan tanya jawab dengan Pnt. Adi Cahyono mengenai bagaimana ia memilih untuk menjadi pendeta.

Saya tidak pernah ingin menjadi pendeta sebelumnya karena sudah banyak saudara saya yang menjadi pendeta atau penginjil dan justru saya mendorong adik saya yang menjadi pendeta. Namun melalui peristiwa yang menyedihkan Tuhan menegaskan kembali panggilanNya dalam hidup saya, dan akhirnya saya menyerahkan hidup saya untuk sepenuhnya melayani Tuhan,” aku Pnt. Adi.

GKI Delima adalah salah satu gereja yang termasuk dalam lingkup Klasis Jakarta Barat, bersama sepuluh gereja lainnya. Sebagai gereja yang telah berusia 34 tahun, gereja ini telah tiga kali menjadi tempat penahbisan pendeta. Pendeta sebelumnya yang pernah ditahbiskan, kini melayani di tempat lain, yaitu Pdt. Rasid Rachman (kini di GKI Surya Utama) dan Pdt. Nanang (kini di GKI Mangga Besar). Pendeta yang kini melayani di GKI Delima adalah Pdt. Meitha Sartika (ditahbiskan di GKI Samanhudi).

Gereja ini mungkin menjadi salah satu contoh, bagaimana kompleksitas tugas kependetaan ala presbiterial-sinodal di GKI berlangsung. Beberapa pendeta pernah melayani langsung jemaat di gereja ini, ada juga yang pernah menjadikannya sebagai jemaat tumpuan saat mereka mengemban tugas khusus. Meski tidak terlalu besar dari segi jumlah jemaat, gereja ini berupaya bersama jemaat yang lain untuk mendukung pelayanan GKI.

Bagi Pdt. Adi momen ini dijalani dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur. Tema persembahan hidup ini adalah wujud tanggung jawab dan rasa syukur itu. Cukup lama menjadi Ketua bidang Persekutuan GKI Delima, Pdt. Adi mengaku amat bersyukur atas respon yang saling menajamkan yang ia alami selama selama pelayanannya di GKI Delima. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA