Mencari Anggur di Alkitab

Anggur merupakan tanaman yang paling banyak disebutkan di Alkitab melampaui semua tanaman atau tumbuhan lain. Tanaman ini memang sudah dibudidayakan sejak kitaran 6.000 SM di wilayah perbatasan Asia dan Eropa. Diperkirakan sejak itu pula fermentasinya menjadi minuman beralkohol mulai dikerjakan. Setidaknya di wilayah Georgia, ada catatan tentang fermentasi anggur sejak era 8.000 tahun lalu itu.

Tidak jauh dari budidayanya di wilayah Turki dan Kaukasia, anggur sudah langsung dikenal di Mesir, Romawi, Yunani dan wilayah Timur-Tengah. Dalam kisah-kisah paling awal di kitab Kejadian, kita langsung melihat sejumlah cerita tentang anggur.

Cerita tentang Nabi Nuh sebagai petani anggur pertama di sekitar pegunungan Ararat (wilayah Turki saat ini) setidaknya menggemakan asal mula budidaya anggur dan fermentasinya. Demikian pula cerita Melkisedek yang menyambut Abraham dengan roti dan anggur. Atau cerita Lot yang diberi minum anggur oleh kedua putrinya, Ishak yang diberi minum anggur sebelum memberkati Yakub, hingga cerita Yusuf dengan juru minuman anggur Firaun. Semuanya menunjukkan bahwa anggur adalah minuman yang sudah lumrah di zaman itu.

Pohon Anggur (Ibrani gephen; Yunani: ampelos) telah menjadi tanaman yang amat diperhatikan dan dibudidayakan dengan sangat telaten. Yesaya 5:1-8 menggambarkan bagaimana proses yang rumit dalam membudidayakan anggur untuk kemudian menyulingnya menjadi minuman. Mulai dari menyemai tanah, memangkasi tunas dan kemudian menaruhnya dalam kilangan.

Meski punya konotasi buruk terkait minuman fermentasinya (Ibr: yayin; Yun: oinos) yang bisa memabukkan, anggur juga sering dikonotasikan positif. Ketaatan umat Israel seringkali dianalogikan sebagai kebun anggur yang berbuah lebat. Bahkan, Yesus mengidentikkan dirinya dengan pokok anggur, dan pengikutnya sebagi cabang-cabangnya. Warna anggur yang merah seperti darah kemudian dalam ekaristi Kristen dijadikan bentuk metafor-metafisik untuk representasi darah Kristus yang menebus dosa.

Pohon anggur yang dalam taksonomi dikenal sebagai Vitis vinifera, merupakan tanaman yang merambat di tanah atau memanjat pada tongkat-tongkat penunjang dengan menggunakan sulur-sulurnya. Dalam tradisi Ibrani anggur biasanya diambil buahnya untuk baik untuk dimakan langsung, diambil sari buahnya tanpa fermentasi, difermentasi menjadi minumab beralkohol, dijadikan manisan dan asinan atau dijadikan penganan seperti kue kismis. Daun pohon anggur juga dijadikan sebagai bumbu untuk masakan. Selain itu, anggur juga kadang dicampur ke air sadah, sehingga bisa diminum. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA