Pelatihan Penulisan untuk Mahasiswa STFT Jakarta Asal GKI

Ada sekitar tiga atau empat tulisan yang menurut para trainer sudah terbilang menarik untuk dibaca. Tinggal berlatih dan rutin menulis saja. Sisanya mungkin perlu dipoles sedikit lagi, atau diberi tugas lanjutan,” komentar Pdt. Alexander Urbinas dengan nada bersemangat. Pendeta GKI Harapan Jaya Bekasi ini cukup senang acara pelatihan penulisan yang pertama kali diadakan oleh Gerakan Kebangsaan Indonesia bisa berlangsung dengan baik.

Niat awalnya kita memang ingin agar tumbuh pemimpin-pemimpin muda yang bisa menyampaikan ide dan opini yang kuat soal kebangsaan. Selagi mereka masih mahasiswa sudah bisa mulai dibiasakan,” lanjut Pdt. Alex.

Sejak Jumat hingga Sabtu (2-3/3) belasan orang mahasiwa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta yang berasal dari lingkup GKI mengikuti acara pelatihan penulisan yang digelar Gerakan Kebangsaan Indonesia. Mereka berasal dari berbagai tingkat, mulai mahasiswa baru hingga yang tengah menjalani tahun akhir perkuliahan. Acara pelatihan dilangsungkan di Kantor GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, Lt. 4 Gedung E Kampus Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Tanjung Duren, Jakarta.

Tim redaksi SatuHarapan.com menjadi trainer yang membantu para mahasiswa-mahasiswi ini untuk belajar menulis. Selama hari pertama, Jumat (2/3) mereka belajar tentang dasar-dasar penulisan. Sementara pada hari kedua, Sabtu (3/3), peserta langsung mempraktikkan sendiri membuat beberapa contoh tulisan dengan kaidah dan teknik yang sudah diajarkan.

Jumlah yang tidak terlalu banyak membuat pelatihan ini bisa berlangsung lebih intensif, dimana para wartawan dan penulis senior dari SatuHarapan.com, seperti Sabar Subekti, Pdt. Yoel Indrasmoro dan Sotyati, langsung memperhatikan dan mengevaluasi tulisan peserta.

Rencananya Gerakan Kebangsaan Indonesia mungkin akan membuat pelatihan berseri, bisa dengan tema yang lebih spesisfik, atau juga mungkin dengan orang atau angkatan yang berbeda. Tujuannya agar semakin banyak yang mahir menulis dan menungkapkan pemikirannya, berbicara mengenai bangsa ini dari pandangan Kristiani. Tentunya dampaknya bisa menginspirasi bagik bagi jemaat maupun masyarakat umum,” ungkap Pdt. Alex penuh harap.

Harapan itu tentu menyemai dari seruan agar GKI sebagai gereja semakin menggumuli identitasnya sebagai gereja Kristen yang mengindonesia. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA