COY dan Intentional Youth Ministry

Jessy Anggrainy berbagi dengan lugas tentang hal-hal yang dibutuhkan liturgos dalam memandu sebuah ibadah. Mulai dari hal konseptual seperti hal yang ditekankan dalam ibadah GKI, hingga hal-hal yang sangat teknis semisal latihan gerak mulut dan persiapan mengatasi rasa grogi sebelum tampil. Bahasan yang sebenarnya cukup banyak terkait public speaking ini, menjadi begitu menarik dan cukup evaluatif bagi para peserta yang kebanyakan adalah liturgos ibadah. Waktu pun jadi terasa amat kurang.

Di kelas lain, Ev. Yogas Wiguna mengajak peserta untuk serius memikirkan bentuk kelompok kecil. Hal yang menjadi inti dalam pelayanan gerejawi dan mendorong efektifitas pelayanan. Yogas berbagi tentang apa yang tengah dikerjakan oleh GKI Anugerah serta menyandingkannya dengan contoh di beberapa gereja lain. Dengan sangat terbuka, pendamping Wave Youth Ministry GKI Anugerah ini, mendiskusikan segala permasalahan dan tantangan, hal-hal baru yang didapat, serta hal-hal yang sering menjadi isu sentral saat gereja mulai melibatkan diri dalam bentuk kelompok kecil, terutama di pelayanan kaum mudanya.

Pnt. Christian Naa tak kalah semangatnya saat membahas tata kelola organisasi pelayanan pemuda dan gereja. Ia menghadirkan wacana konseptual terkait bagaimana suatu pelayanan yang kian besar, risiko yang dihadapi serta hal-hal yang perlu terus diperhatikan dalam konteks pelayanan gerejawi.

Tiga kelas itu adalah sesi kapita selekta yang dipilih oleh 70-an peserta workshop Intentional Youth Ministry. Acara ini digelar oleh Community of Youth (COY) GKI Bandung dari pagi hingga sore hari Sabtu (21/4) di GKI Anugerah Bandung. Sebelum tiga kelas kapita selekta tadi, kaum muda ini dibekali dengan sesi Intentional Leadership dari Ev. Hellen Pratama dan sesi Building Smart and Healthy Ministry dari Pnt. Christian Naa. Lantas sebagai penutup Teguh Juliawan menantang ide dan komitmen peserta dalam sesi Disruptive Youth Ministry.

Para peserta yang berasal dari berbagai GKI yang ada di Bandung ini tampak antusias mengikuti tiap sesi. Keakraban lintas klasis, bahkan lintas sinode wilayah, yang mereka sudah rintis dalam dua tahun belakangan ini kelihatan semakin berbuah. Menyiratkan bahwa banyak upaya yang perlu terus dirintis dengan niat yang penuh kesungguhan, tidak sekedar membiarkan pelayanan berjalan sekedarnya. Pelayanan pemuda, dengan tantangan yang dihadapinya sekarang, sangat membutuhkan upaya yang demikian. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA