Hagar: Rekonsiliasi dan Pembebasan

Sejak era 1970-an ada trend baru pemberian nama untuk bayi perempuan Israel. Nama Hagar sempat menjadi salah satu nama yang lumayan sering muncul. Kita mungkin mengenal beberapa perempuan yang bernama Hagar sebagai tokoh publik Israel masa sekarang, seperti atlit tinju putri Israel, Hagar Finer atau jurnalis dan penulis fiksi Hagar Yanai.

Saat itu tindakan tadi terbilang suara politis. Umumnya, orang tua Yahudi yang memberi nama Hagar pada putrinya adalah pendukung rekonsiliasi dengan Palestina dan negara-negara Arab sekitar Israel. Konotasi politis ini diangkat karena sosok biblikal Hagar sebagai ibu Ismael, juga adalah sosok yang dihargai di dunia Arab dan umat Islam. Lagi pula nama “Hagar” itu identik dengan makna orang asing atau pengembara, yang mengingatkan bahwa semua orang sebenarnya adalah sesama warga asing di dunia ini.

Cerita kekristenan tentang sosok Hagar sebenarnya tidak begitu banyak. Hagar hanya dinarasikan sebagai pelayan Sara yang berasal dari Mesir. Dalam sejumlah teks Perjanjian Baru dan bapa gereja, posisinya pun terkadang disemat sentimen yang agak negatif. Paulus, misalnya, menuliskan bahwa Gunung Sinai dan Hagar sebagai simbol perhambaan, sementara Yerusalem sebagai simbol kemerdekaan. Meski sangat jelas Rasul Paulus memberi keterangan bahwa itu adalah penghayatan simbolis, namun tentunya memang memuat alam pikir saat itu yang agak peyoratif terhadap sosok Hagar.

Namun dalam tradisi Yahudi dan Islam ada cerita lebih jauh. Dikisahkan dalam Midrash rabbinik dan sejumlah riwayat Islam bahwa Hagar adalah putri raja Mesir yang menerima Abram dan Sarai saat mengungsi kesana(bandingkan dengan Kejadian 12). Hagar lah yang memilih untuk mengikut Sarai ketimbang harus menjadi istri bangsawan Mesir lain.

Terlepas dalam kontroversi yang ada secara simbolik. Kitab Kejadian memang menceritakan Hagar sebagai sosok hamba yang mengalami penindasan dan kemudian didengar deritanya oleh Tuhan. Di Kejadian 16 diceritakan bagaimana Hagar sempat lari dari Sarai yang menindasnya, namun dijumpai Malaikat TUHAN dan diberi janji akan kegemilangan keturunannya sebagai bangsa yang bebas. Hal yang kemudian terwujud saat ia dan Ismael keluar dari rumah Abraham. Lewat Ismael, keturunan Hagar menjadi dua belas datuk bangsa-bangsa di sekitar Arabia.

Lebih jauh, Hagar adalah satu-satunya perempuan di Alkitab yang memberi nama khusus buat Allah, yaitu El-Roi, Tuhan yang Melihat (Kejadian 16:13). Ini merupakan kemandirian spiritualitas yang sangat unik, karena selain Hagar, tindakan memberi nama pada Allah ini hanya didapati pada para leluhur Israel seperti Abraham, Ishak, atau Yakub. **arms

Ilustrasi: Hagar in the Wilderness karya Camille Corot 1835 (Metropolitan Museum of Art)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA