Keseruan 32 Tahun KLU GKI Surya Utama

Oma Ursula dengan semangat memakai gaun dari plastic bag sembari membawa poster bertuliskan Save The Earth. Tidak ada rasa canggung sedikitpun ia memamerkan pakaiannya yang terbilang nyentrik itu. Namun, Oma Ursula tidak sendirian masih ada tujuh rekannya dengan tampilan yang juga unik dengan gayanya masing-masing. Mereka melenggak layaknya ada di fashion show kelas dunia.

Itu adalah salah satu segmen di tengah suasana hangat dan seru yang mengisi perayaan ulang tahun Komisi Lanjut Usia (KLU) GKI Surya Utama pada Selasa (3/4) lalu. Di gereja yang termasuk dalam lingkup Klasis Jakarta Barat itu, komisi untuk Oma-opa yang telah memasuki usia senja ini telah berdiri sejak 32 tahun yang lalu. DI tengah keterbatasan fisik, acara itu tetap berjalan meriah. Selain fashion-show, ada pula tampilan kabaret dan paduan suara yang terbilang cukup lama dipersiapkan.

Tentu ada rasa syukur yang besar yang dirasakan sekitar enam puluhan warga usia indah GKI Surya Utama, saat terlibat dalam pelayanan yang terpisahkan dari keseluruhan gerak GKI Surya Utama. Syukur itu memang merupakan hal yang paling menonjol. Saat warga lansia ini ditanya satu-persatu mereka mengaku senang beroleh kesempatan ini.

Saya bersyukur masih dikasih kesempatan sama Tuhan untuk bisa tampil melayani,” ungkap Oma Darso salah seorang warga jemaat lansia. “Saya kan sudah keriput begini, jalan saja sudah agak susah, tapi bersama saudara-saudari lain masih punya semangat untuk bersekutu,” serunya sambil tertawa.

Berapa usia Oma Darso? “Baru 19 tahun,” jawabnya bercanda, seraya kemudian mengoreksi bahwa ia sudah menginjak usia 79 tahun. Oma Darso bukanlah yang paling senior, masih ada Oma Melanie dan Opa Gatot yang hari itu dinobatkan sebagai, Queen dan King, warga usia indah yang paling senior di KLU GKI Surya Utama. Mereka telah menginjak usia delapan puluh lebih, namun masih sangat rajin ikut persekutuan.

Di momen ceria ini pula mereka dengan tekun mendoakan rekan-rekannya yang terbaring sakit atau sudah sedemikian sepuh. Tentu adalah hal yang sangat manusiawi seiring fisik yang semakin uzur, ada banyak kekurangan di sana-sini, tapi mereka tak mau melihatnya sebagai penghalang untuk semangat dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama. Sebagaimana tergambar dalam lagu yang dengan begitu haru mereka nyanyikan bersama:

“Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat

Bila saatnya nanti, ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat…”

Semangat lagu bertajuk Hidup Ini adalah Kesempatan di atas selalu menjadi harapan para oma-opa ini. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA