Mengenal Mazmur (2)

Jenis nyanyian dalam Mazmur tidak selalu sama. Ada perbedaan penggunaan maupun kesempatan untuk menyanyikannya.

Dalam istilah-istilah yang dipakai, kita bisa melihat ada yang disebut mizmor dan sering bersamaan denga syir, keduanya secara umum berarti mazmur atau lirik nyanyian yang diiring mursik. Kedua kata ini dipakai 87 kali dalam keseluruhan Mazmur. Kadang kala syir ditambah keterangan lebih spesifik lagi, contohnya syir yedidot (seperti Mazmur 45) yang kira-kira berarti nyanyian kasih. Atau syir hamma’a lot, nyanyian ziarah (Mazmur 120-134) yang banyak berisi kerinduan akan bait di Yerusalem dan tanah Israel.

Selain bentuk umum itu ada pula yang secara spesifik disebut sebagai tehillah, nyanyian puji-pujian, seperti pada Mazmur 145. Ada lagi tefilla, yang berarti doa, seperti di Mazmur 17, 86, 90, 102 dan 142, yang agaknya banyak dipakai dalam ibadah doa harian. Ada bentuk miktam, syair keemasan (Mazmur 16, 56-60) atau maskil, nyanyian pengajaran (Mazmur 32, 42, 44-45, 52-55, 74, 78, 88, 142). Juga ada syiggayon, nyanyian ratapan seperti di Mazmur 7.

Koleksi Mazmur memang tidak menyertakan notasi lengkap untuk menyanyikannya. Sehingga kita tidak bisa lagi melacak seperti apa nada asli Mazmur itu didaraskan. Sepanjang sejarah, dalam komunitas Kristen dan Yahudi, ada banyak sekali variasi nada untuk melantunkan Mazmur. Meski demikian, sekian banyak Mazmur masih meninggalkan sejumlah jejak terkait musik serta pakem menyanyikannya di zaman kuno.

Ada petunjuk misalnya terkait alat musik yang digunakan seperti biginot, dengan permainan alat musik petik (Mazmur 4, 6, 54, 55, 61, 67, 76). Kemungkinan besar alat yang digunakan adalah sejenis kecapi (kinnor) atau gambus (nebel). Ada pula petunjuk semisal el hannekkilot, dengan memakai seruling (Mazmur 5).

Yang lebih lazim adalah Mazmur dinyanyikan dengan lagu yang sudah populer dan merakyat di zaman itu. Kita melihat cukup banyak Mazmur yang dimulai dengan petunjuk menurut salah satu judul lagu seperti lagu Gitit, Yang kedelapan, Rusa di kala fajar, Mutlaben, Mahalat, Merpati di tempat yang jauh, Bunga bakung, Bunga bakung kesaksian, Jangan memusnahkan, Alamot atau Yedutun.

Cukup banyak pula Mazmur yang diawali dengan petunjuk untuk pemimpin pujian. Juga ada tanda jeda selah, yang dalam kajian himnologi kadang diartikan sebagai tanda untuk selingan musik, atau perhentian untuk menaikkan nada, atau mungkin juga aba-aba untuk bersujud pada doa jemaat. **arms

Disarikan dari: Presentasi Pengenalan Kitab Mazmur Pdt. Anwar Tjen, PhD di GKI Kavling Polri.

Lihat Bagian 1

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA