Musdah Mulia di GKI Kayu Putih

Malam itu suasana GKI Kayu Putih lumayan ramai. Ada sekitar 70 orang peserta kelas katekisasi yang merupakan pemuda dan remaja. Demikian pula 60-an lebih warga dewasa dan simpatisan. Mereka mengikuti seminar dengan tema unik: Yesus dari Sudut Pandang Islam. Seminar itu menghadirkan pembicara Sekjen Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Dr. Siti Musdah Mulia dan dimoderatori oleh Pdt. Darwin Darmawan dari Gerakan Kebangsaan Indonesia.

Kegiatan ini sebenarnya bagian dari kelas katekisasi,”Pdt. Natanael Setiadi dari GKI Kayu Putih. “Selain tema-tema yang umum yang biasa ada di kelas katekisasi, peserta juga diminta untuk mengusulkan tema lain yang menurut mereka penting. Nah ini salah satu usulan dari banyak peserta. Karena temanya juga menarik dan penting maka dibuka juga untuk umum.

Nampaknya memang minat peserta untuk mendalami tema ini begitu besar. Meski harus menunggu sejak pukul 18.30, sementara pembicara menunaikan ibadah shalat magrhib di masjid terdekat, mereka tetap bersemangat. Beberapa orang bahkan datang lebih awal, bahkan sebagian pun sudah menyiapkan sejumlah pertanyaan. Demikian pula, saat Dr. Musdah mempresentasikan ulasannya, banyak sekali peserta yang menyiapkan catatan atau merekam slide presentasi tersebut dengan ponselnya.

Hubungan antar dua umat beragama ini memang dirasa penting untuk terus didalami. Apalagi dalam konteks Indonesia dan dunia yang sudah sedemikian terbuka. Kedekatan teologis antar dua agama Ibarhimik ini sebenarnya cukup banyak, namun tak dapat dipungkiri sejumlah konflik memang kerap terjadi.

Ibaratnya kalau kakak beradik itu, yang paling dekat justru yang paling sering ada pertengkaran kali ya,” ujar Pdt. Darwin Darmawan saat memulai diskusi. Baginya diskusi dengan tema seperti ini adalah pelengkap untuk saling mengenal dan menghalau prasangka.

Hal senada juga diamini Dr. Musdah. Ia menyambut baik keterbukaan GKI Kayu Putih mendiskusikan tema ini. Sebagai orang yang telah lama bergiat dalam berbagai forum lintas iman, ia mengajak semua peserta untuk merangkul cara beragama yang pluralis. Baginya semangat seperti itu tidak muncul begitu saja, tapi berproses lewat sejumlah pengetahuan dan lebih penting lagi pengalaman perjumpaan.

Saya sendiri berproses, mulai dari yang penuh prasangka terhadap umat lain, perlahan menjadi banyak belajar akhirnya bisa begitu menikmati dan diperkaya oleh keberagaman,” ujar Dr. Musdah lantas menceritakan pengalaman masa kecilnya yang nyaris tidak pernah bersentuhan dengan umat beragama lain. “Maka saya senang sekali anak-anakku disini selagi muda sudah beroleh kesempatan seperti ini. Apalagi ada orang tua yang juga ikut, ini kesempatan yang baik untuk sama-sama belajar.**arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA

One thought on “Musdah Mulia di GKI Kayu Putih

Comments are closed.