Pemuda Klasis Jakarta Timur Ingin Beranjak Lebih

Momen evaluasi dan dengar pendapat digelar di acara persekutuan kali ini. Tommy, dari tim Kelompok Kerja Pemuda Klasis Jakarta Timur, menyampaikan saran evaluatifnya agar semua pemuda sama-sama beranjak lebih jauh untuk kemajuan. Ada poin terkait belum aktifnya kaum muda di dua GKI Klasis Jakarta Timur, juga tantangan untuk mulai merambah pelayanan kasih bukan hanya sekedar mengadakan persekutuan internal. Tommy, warga jemaat GKI Agus Salim ini, memberi contoh usulan terkait kegiatan lintas iman yang mungkin dilakukan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Sesi evaluatif itu digelar sebagai bagian dari persekutuan gabungan Pemuda Klasis Jakarta Timur Sabtu (28/4) di GKI Bekasi Timur. Kegiatan yang dihadiri 38 pemuda dari sejumlah GKI di Klasis Jakarta Timur itu, memang tengah berupaya untuk semakin menajamkan gerak kaum muda. Berupaya pula untuk tetap konsisten berkegiatan di tengah sejumlah kesibukan.

Ini sudah persekutuan gabungan kedua belas yang mereka gelar, sebagai bagian panjang dari upaya empat tahunan menghidupkan kembali kegiatan pemuda di 14 gereja yang ada di Klasis Jakarta Timur. Meski belum menjadi perangkat dengan status komisi di tingkat klasis, umumnya pemuda dari tiap gereja mengakui manfaat besar saat bisa saling berbagi bersama di kegiatan klasis seperti ini. Mereka juga berharap dapat merintis program yang lebih berdampak, yang mungkin masih belum bisa dilangsungkan di tingkat jemaat lokal.

Ide-ide dan saran evaluatif itu mengalir sejalan tema yang mereka angkat kali ini: Brighten the Corner Where You Are. Dalam khotbah yang dibawakan Pnt. Ivonne Maranatha (GKI Bekasi Timur) itu ditekankan bagaimana pemuda bisa menjadi garam dan terang dunia dalam perspektif yang lebih melihat lingkungan sekitarnya.

Orang yang tumbuh dan besar dalam lingkunan pelayanan pemuda di GKI mungkin sedikit banyak merasakan tantangan yang dihadapi kaum muda Klasis Jakarta Timur ini. Di tengah kesibukan kerja atau perkuliahan, semangat untuk menghadirkan pelayanan yang relevan dan berdampak tentu perlu strategi tersendiri. Tak jarang harus dimulai dari upaya mandiri yang tak kenal lelah. Tak jarang pula putus di tengah jalan karena kurangnya dukungan, atau diskontinuitas sumber daya manusianya. Dukungan dari perangkat gereja selain kaum muda adalah hal yang benar-benar dibutuhkan. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA