Menjadi Batu Hidup: Berita Penahbisan Pdt. Ricardo Sitorus

Tarian Tor-tor serta lagu pujian Arbab, mengiring puluhan pendeta GKI dan beberapa pendeta dari gerja lain dalam prosesi. Hentakan ritmis lagu yang mengambil syair dari Mazmur 150 dalam bahasa Batak Toba itu memberikan nuansa yang begitu enerjik dan begitu akrab. Nuansa enerjik dan keakraban itu pula yang demikian terasa sepanjang Senin malam (7/5) di Gedung Serba Guna BPK Penabur Harapan Indah, Bekasi.

Malam itu adalah penahbisan Pnt. Ricardo Sitorus, M.Div sebagai pendeta dengan basis pelayanan GKI Kemang Pratama, Bekasi. Momen yang sudah cukup lama ditunggu oleh jemaat yang September nanti genap berusia 13 tahun itu.

Khotbah dalam kebaktian penahbisan itu dibawakan oleh Pdt. Santoni dari GKI Gading Serpong. Dalam khotbah yang mengambil tema Menjadi Batu Hidup untuk Pembangunan Rumah Rohani (1 Petrus 4:2-10) itu, Pdt. Santoni menekankan bagaimana jemaat Kristiani mengemban tanggung jawabnya sebagai umat yang telah diselamatkan oleh Allah. Tanggung jawab itu dapat diteladani dari jemaat mula-mula, yang meski mengalami aniaya, justru menunjukkan praktik hidup yang menjadi berkat dan dipuji oleh masyarakat sekitarnya.

Dalam ungkapan Rasul Petrus, jemaat haruslah menjadi batu yang hidup, bangunan rohani dengan dampak yang begitu terlihat dan dirasakan dan disaksikan semua orang. Menurut Pdt. Santoni, hal itu terutama dimulai, saat Yesus dijadikan batu penjuru, dasar dan patokan seluruh kehidupan jemaat.

Jemaat, pertama-tama harus diajak datang pada Sang Batu Penjuru itu. Harus ditumbuhkan kerinduan yang besar untuk meneladani Kristus. Kerinduan dan kedatangan pada Sang Batu Penjuru itu mau tak mau pasti mengubah hidup, memperbarui manusia lama, memperbarui iman percaya dan komitmen pelayanan jemaat,” pesan Pdt. Santoni.

Pdt. Ricardo dan segenap majelis GKI Kemang Pratama saat mengangkat tema ini, memang menyadari bahwa kekuatan dari kehidupan tiap warga jemaat akan menjadi kesaksian yang demikian luar biasa. Gereja sebagai rumah rohani yang mereka ada di dalamnya, akan memberi dampak bukan sekedar karena program atau kegiatan, namun karena kasih dan kuasa Tuhan mengalir begitu alami dalam kehidupan keseharian jemaat.

Pemaknaan itu bahkan sudah dirasakan sejak jemaat di Kemang Pratama ini pertama kali dirintis. Bermula dari inisiatif jemaat awam yang merindukan persekutuan dan kasih kristiani untuk saling berbagi, GKI Kemang Pratama terus berupaya membangun bangunan rohani dengan tiap-tiap batu hidup, tiap anggota jemaat yang ada. **arms

Kontributor: Yosellin Nathania

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA