Pemuda Jawa Barat Tolak Terorisme

Saat berfoto untuk deklarasi, Pdt. Wee Wilyanto berdiri di sisi yang agak ke kiri. Pendeta jemaaat di GKI Maulana Yusuf itu menggandeng rekan-rekan mudanya agar tampil dan terlihat di tengah. Agaknya ia menyengajakan demikian, mengisyaratkan bahwa kaum mudalah yang perlu berbicara dengan tegas dan lantang menolak terorisme dan ekstrimisme agama.

Senin pagi (14/5), GKI Maulana Yusuf memang dipilih menjadi tempat bertemu bagi para pemimpin organisasi pemuda dan mahasiswa Jawa Barat. Mereka bersepakat untuk menyampaikan pernyataan sikap atas sejumlah tragedi teror yang terjadi sejak hari Minggu (13/5) di sejumlah tempat di Indonesia.

Para pemuda ini berasal dari sejumlah organisasi seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpinan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jawa Barat, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI)‎ Jawa Barat, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat, Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Gusdurian Bandung dan Pemuda Pancasila Jawa Barat.

Tiap-tiap organisasi tadi menyatakan kepeduliannya atas tragedi kemanusiaan ini. Mereka menilai aksi ini tidak dapat dibenarkan oleh ajaran agama manapun. Dalam sejumlah sikap yang disampaikan terlihat jelas mereka sangat menekankan komitmen pada kesatuan bangsa, serta kesigapan pemerintah untuk menanggulanginya.

Kami sangat mengecam aksi teror di Surabaya, sehingga pemerintah dan kepolisian, tni dan unsur lainnya yang berkepentingan harus segera mengusut tuntas demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap Pachrurizal, dari PMII Jawa Barat.

Senada dengannya, ketua KMHDI Jawa Barat Amanda Gamayani, juga menekankan pentingnya masyarakat kuat. “Kita mengecam tindakan terorisme apalagi sampai memakan korban yang tidak bersalah, semoga Tuhan memberikan kekuatan bagi kita semua ini ujian buat Indonesia, mari kita tunjukan kesatuan kita lebih kuat dibanding tetrorisme,” seru Amanda.

Setelah menyampaikan sikap masing-masing, semua yang hadir kemudian bersepakat untuk menyatakan sikap yang memuat penolakan segala bentuk aksi kekerasan dari aksi terorisme, ungkapan duka dan rasa empati yang sangat mendalam kepada para kelaurga korban bom khususnya dan umat kristiani pada umumnya, himbauan agar tidak mudah terprovokasi dan tetap bergandengan tangan untuk menjaga dan mengawal NKRI serta tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah tegas terkait penanganan terorisme dan ekstrimisme.

Dipilihnya GKI Maulana Yusuf untuk tempat deklarasi memang merupakan bentuk simpati simbolik terhadap tiga gereja yang menjadi korban pemboman di Surabaya. Namun, para pemuda ini juga merencanakan untuk menggelar roadshow menyatakan sikap serupa ke sejumlah rumah-rumah ibadah lain di Bandung, seperti di hari yang sama sorenya mereka berkunjung ke Masjid Al-Mutaqqin Bandung. **arms

Foto: Theo Tambunan

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA