Ragam Pentakosta di GKI SW Jawa Barat

Ibadah Pentakosta tahun ini bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, juga selang seminggu dari peristiwa pemboman tiga gereja di Surabya. Refleksi seputar tiga tema itu pun menjadi warna tersendiri tiap jemaat GKI di lingkup Sinode Wilayah Jawa Barat. Nuansa kebangsaan dengan sejumlah ornamen Nusantara muncul, demikian pula penekanan Pentakosta untuk mengokohkan kebhinekaan, juga seruan atas peristiwa minggu lalu.

Di GKI Cawang misalnya, kebaktian Minggu (20/5) diisi sejumlah tarian, pujian dan narasi bertema kebangsaan. Komitmen kebangsaan dipertanyakan ulang untuk kemudian ditegaskan dalam tampilan jelang khotbah itu. Nuansa pentakosta yang menusantara juga dihayati di GKI Agus Salim, beragam pakaian adat dari berbagai daerah dipakai oleh pelayan kebaktian juga paduan suara.

Aransemen musik dalam ibadah pun tak lepas dari variasi dan nuansa nuasantara ini. Di GKI Samanhudi, alunan seruling dan hentakan rebana yang begitu khas, menandai beberapa lagu pujian serta mazmur yang dikumandangkan oleh jemaat. Di gereja ini, tema ucapan syukur juga terlihat dari sejumlah buah dan sayur-mayur yang menghiasi mimbar dan altar gereja.

Dalam khotbahnya, Pdt. Frida Situmorang mengingatkan kembali peristiwa Pentakosta dimana setiap orang yang hadir mendengar khotbah para rasul, bisa memahaminya dalam bahasa wilayah asal mereka.

Inisiatif untuk memahami ini memang datangnya dari Allah, Ia tidak menuntut manusia untuk mengerti dalam bahasa ilahi, namun ia memakai bahasa-bahasa yang dimengerti oleh keterbatasan manusia,” ujar Pdt. Frida. Ia menegaskan bahwa semangat untuk memahami dan menerima manusia dari berbagai latar belakang haruslah menjadi semangat yang selalu mengalir dalam tubuh dan kehidupan gereja.

Nuansa hiasan dan pakaian bertema Nusantara serta persembahan syukur panen juga dapat ditemui di GKI Surya Utama dan GKI Kebonjati Bandung. Di kedua gereja ini, dekorasinya bahkan sangat ramai dengan suasana masyarakat yang agraris. Di GKI Cianjur, konteks ucapan syukur itu ditampilkan dengan unik, lewat celengan yang dijejer di depan altar. Sementara musik etnis di GKI Pasirkoja, diisi dengan persembahan paduan suara dan angklung.

Meski di sejumlah gereja penjagaan dari aparat kepolisian terbilang ketat, namun tidak menyurutkan semangat jemaat dalam ucapan syukur dan momen menegaskan komitmen kebangsaannya. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA