Yusuf Sang Tukang Kayu

Tahun 1955, Paus Pius XII menginstitusi hari raya Santo Yusuf sang Pekerja. Dalam kalender Gereja Katolik, suami dari Maria ibu Yesus ini sebenarnya sudah ada hari konmemorasinya sejak dahulu, yaitu pada tanggal 19 Maret. Namun, sebagai respon terhadap peringatan Hari Buruh Internasional, yang kebanyakan disokong oleh kaum sosialis dan komunis, serta ingin menekankan bahwa gereja juga menaruh perhatian pada kaum pekerja, maka pesta Santo Yusuf sang Pekerja itu pun ditabalkan pada 1 Mei.

Yusuf, ayah keluarga Yesus, memang sudah sekian lama diperlakukan sebagai santo pelindung dan teladan untuk para pekerja oleh Gereja Katolik. Tradisi ini mendasarkan diri pada narasi di Injil, yang menegaskan profesi Yusuf sebagai tukang kayu. Profesi masyarakat kelas menengah ke bawah di zaman Yesus.

Kata Yunani tektonos, yang dipakai untuk mendeskripsikan pekerjaan Yusuf sebenarnya bermakna tukang secara umum. Bisa berarti pematung, pemahat atau bahkan mereka yang berurusan dengan logam. Rujukan untuk menegaskan bahwa ia seorang tukang kayu mengarah pada kelaziman masyarakat Palestina kala itu. St. Yustinus Martir (150 M), bapa gereja yang lahir di wilayah Palestina, juga menuliskan bahwa pekerjaan Yesus di usaha Yusuf terkait pembuatan benda-benda kayu seperti gandar, bajak, serta pernak-pernik mebel.

Narasi Injil terbilang sangat terbatas membahas Yusuf. Ia hanya disinggung dalam proses awal kelahiran Yesus. Selebihnya dalam kisah pelayanan Yesus, sosoknya tidak muncul, berbeda dengan Maria atau orang-orang yang disebut sebagai saudara-saudara Yesus.

Kekosongan itu menimbulkan dugaan bahwa Yusuf sudah wafat, sebelum Yesus memulai pelayanan publiknya. Protovangelum Yakobus menuliskan bahwa ia adalah orang yang sebenarnya sudah sangat tua saat bertunangan dengan Maria dan telah memiliki anak dari perkawinan sebelumnya. Pandangan ini sampai sekarang dipegang oleh Gereja Ortodoks.

Sementara itu narasi Gereja Katolik yang berasal dari tulisan St. Hyeronimus, menegaskan bahwa Yusuf menikah dengan Maria dalam rentang yang lebih sebaya dan hanya memiliki Yesus sebagai anak. Saudara-saudara Yesus di kitab Injil dipahami sebagai saudara sepupunya. Meski demikian, Gereja Katolik juga meyakini bahwa Yusuf memang juga wafat sebelum Yesus banyak dikenal dalam pelayanannya.

Gereja Protestan umumnya mengikuti tradisi Katolik tadi, meski tidak terlalu mempersoalkan terkait kemungkinan Yesus memiliki saudara kandung dari hubungan Yusuf dan Maria.

Patron dan teladan Yusuf sebagai pekerja sebenarnya cukup menarik, mengingat tidak terlalu banyak tokoh penting di Alkitab yang digambarkan punya profesi sebagai tukang.

Dalam pandangan kritis, para teolog pembebasan juga menyorot bagaimana narasi Injil beberapa kali mengkontraskan ketakberdayaan kaum lemah yang diwakili oleh keluarga kecil Yusuf dengan kekuasaan agama (terkait hukum perzinahan), sosial ekonomi (terkait sensus dan penginapan) dan politis (terkait kekuasaan raja Herodes). Serta menekankan bagaimana Tuhan membela dan menyelamatkan keluarga ini dari penindasan kekuasaan tersebut. Pun dengan bangga mengangkat sosok Yesus sebagai anak dan sekaligus tukang kayu. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA