BBQ PANDAI di GKI Kayu Putih

Memang nama acaranya dibuat dengan bahasa agak lebay, jadi BBQ, bersih-bersih quy… Tapi lucu juga, ada beberapa orang, penyuka steak atau daging panggang yang masuk ke medsos kita. Terjebak! Tapi akhirnya jadi suka dan gabung acara…

Tawa mencuat saat Isti Toq’ah dengan santai memperkenalkan salah satu kegiatan yang ia dan rekan-rekannya kerjakan di PANDAI (Pendidikan Damai Indonesia). Di momen hari Pancasila tahun ini (1/6), para pemuda lintas iman itu kembali mengajak kaum muda untuk ikut bersih-bersih rumah ibadah lewat kegiatan bertajuk BBQ, Bersih-Bersih Quy. Setelah di bulan Mei lalu mereka membersihkan Masjid Cut Nyak Dhien Gondanglia, Jakarta, kali ini mereka melakukannya di GKI Kayu Putih.

Namun, Isti tidak hanya sekedar menyampaikan canda dan program kegiatan. Ia pun bercerita perjalanannya sendiri sebelum menjadi salah satu anak muda yang bergerak di isu kebhinekaan dan perdamaian.

 

Saya sempat terjebak dalam fundamentalisme agama dan membenci orang-orang yang berbeda. Untungnya saya diselamatkan oleh pergaulan yang tulus dengan rekan-rekan yang berbeda. Ini yang menginspirasi saya untuk terus berbagi kesempatan dan pendidikan keberagaman. Di PANDAI ini salah satu yang saya dan rekan-rekan bisa kerjakan,” ujar Isti sembari menguraikan bagaimana semangat keberagaman bisa dimaknai kaum muda dengan terlibat dalam perjumpaan.

Apa yang disampaikan Isti memang menjadi hal yang dinilai relevan dan amat baik untuk terus ditumbuhkembangkan. Pendeta jemaat GKI Kayu Putih, Pdt. Natanael Setiadi, mengaku kagum atas inisiatif kaum muda ini.

Kami sangat mengapresiasi sekali ketika kawan-kawan PANDAI menyurati untuk mengadakan kegiatan ini,” ungkap pendeta yang akrab dipanggil Adi ini merespon kedatangan PANDAI. “Apalagi ini dilakukan di momen hari Pancasila, juga saat teman-teman yang Muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Pasti perlu perjuangan lebih, untuk bersih-bersih seperti ini. Ini hal yang sangat menyentuh hati kami. Bukan soal kebersihan semata, tapi niat tulus untuk mengunjungi dan bekerjasama itu yang penting,” lanjutnya.

Dimulai sejak pukul 13.00 siang hari, kaum muda PANDAI membersihkan tiga lantai di gedung serbaguna GKI Kayu Putih. Berinteraksi bersama belasan kaum muda dan remaja GKI Kayu Putih dan sejumlah relawan yang ikut lewat media indorelawan, mereka pun berbagi semangat perayaan Pancasila lewat kegiatan upacara bendera dan buka bersama di sore harinya.

 

Momen ini memang terlihat sederhana. Namun melihat bagaimana kaum muda ini berjerih lelah di tengah latar mereka yang amat beragam, juga saat rekan-rekan Muslim menjalankan ibadah shalat dan berbuka di ruangan milik gereja, adalah pemandangan amat menyejukkan. Menyemai harapan bahwa ruang-ruang interaksi yang menampung keragaman, dapat terus dirintis. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA