GKI Pasirkoja di 30 Tahun

Siap-siap… kita tiup sama-sama ya,” Elkana Tandi, memandu jemaat yang hadir di kebaktian Minggu (10/6) GKI Pasirkoja itu.

Lagu panjang umur dan tiup lilin pun dinyanyikan bersama. Dibawakan oleh anak sekolah minggu dengan diiringi tabuhan angklung dari kaum Ibu, tiap-tiap orang pun diminta untuk meniup cup cake di tangannya masing-masing, yang sudah diberi lilin. Bersama dengan sejumlah warga jemaat senior yang turut meniup lilin di atas kue besar, semua pun merasa menjadi yang berulang tahun di hari itu.

GKI Pasirkoja Bandung memang tengah merayakan ulang tahunnya yang ketiga puluh. Tidak ada perayaan yang terlalu istimewa. Setiap komisi memang menampilkan karyanya masing-masing, untuk merayakan persitiwa di 6 Juni 1988, saat jemaat ini diresmikan menjadi jemaat penuh GKI. Tidak hanya kaum ibu dan sekolah minggu, kaum remaja pun turut menampilkan sendratari kontemporer.

Sejarah perjalanan jemaat GKI Pasirkoja sebenarnya terbilang panjang. Sudah sejak 66 tahun lalu. Bermula dari pelayanan sekolah minggu yang dirintis oleh GKI Kebonjati, persekutuan anak pun mulai berkegiatan di rumah keluarga Efrajim Kosasih (Gang Entit, sekitar 700 meter dari lokasi gereja saat ini). Tak lama kebaktian Minggu yang dilayani oleh jemaat Kebonjati, dimulai di tahun yang sama dengan delapan orang jemaat.

Dari jumlah yang kecil itu, jemaat ini pun terus bertumbuh dan berkembang menjadi jemaat GKI di sebelah selatan Kota Bandung. Meski beberapa kali harus menunggu pendeta yang menjadi pengerja tetap di sini, juga mengalami kendala saat kaum muda kebanyakan tidak lagi tinggal di wilayah dekat gereja, GKI Pasirkoja terus mencoba bertumbuh mengisi sekian banyak kebutuhan masyarakat kota yang modern. Salah satunya dengan memperhatikan kebutuhan khusus pada anak.

Pernah merintis kebaktian khusus untuk anak dengan autisme, pelayanan di jemaat ini pun berkembang pula untuk menjangkau mereka yang tuna rungu. Di tengah segala keterbatasan sarana dan prasarana yang ada GKI Pasirkoja mencoba untuk hadir menjawab kebutuhan.

Kini di usia yang sudah kian matang, warga jemaat berharap sinergi yang lebih baik di dalam tiap elemen yang ada membuat GKI Pasirkoja semakin dimiliki oleh semua. Menjawab kebutuhan, serta menjadi jemaat yang berkenan di hadapan Tuhan. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA