GKI Turut dalam Cerita Damai Bandung

Hari itu Rahmi Rasyida berjalan agak terburu-buru. Perempuan yang akrab disapa Ami itu awalnya agak sungkan untuk langsung datang ke GKI Gatot Subroto, Bandung. Pasalnya, meski beberapa kali sering ikut acara lintas iman, ia belum begitu kenal para pengurus GKI Gatot Subroto, yang saat itu kebagian peran mengkordinasi pembagian takjil di wilayah perempatan Jl. Gatot Subroto – Binong. Tapi ia akhirnya memberanikan diri untuk langsung datang. Ami mengaku senang sekali bisa turut serta dalam kerjasama lintas iman sederhana ini.

Cerita Ami itu adalah satu dari sekian banyak cerita yang menghias indah kota Bandung di Selasa sore (5/6). Hari itu lebih dari 20 elemen lintas agama di kota kembang ini turut serta dalam kegiatan berbagi takjil dan pesan perdamaian, lewat kegiatan bertajuk Berbagi Cerita Damai.

Ini adalah contoh cerita damai,” ungkap Jefferey Samosir koordinator kegiatan berbagi takjil tahun ini. “Di masa sekarang orang memang lebih mudah berbagi cerita hoax yang nyata-nyatanya sangat merusak. Tetapi hari ini kami di Kota Bandung, menciptakan ceritanya sendiri. Cerita damai yang menyejukkan dan membangun,” lanjutnya.

Sejak tahun 2011 kegiatan berbagi takjil di Bulan Ramadhan sudah menjadi agenda rutin yang digagas oleh Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS) dan Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) bersama berbagai organisasi dan komunitas antar umat beragama di Kota Bandung.

Kegiatan ini merupakan teladan solidaritas umat beragama bersama rekan-rekan Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sekaligus sebagai seruan agar terus menumbuh-kembangkan perdamaian di Kota Bandung.

Lebih luas dari penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan tahun ini mengajak beragam komunitas di 12 titik di Kota Bandung untuk saling bersinergi. Membagikan pesan damai pada masyarakat kota Bandung lewat berbagi takjil.

Dalam persiapan acaranya saja, silaturahmi dan sinergi itu sendiri sudah terbentuk. Karena di tiap titik tersebut, tiap komunitas bekerjasama dengan sejumlah elemen lintas agama lainnya, seperti cerita yang dialami Ami dan rekan-rekan lintas iman di wilayah sekitar GKI Gatot Subroto itu. Diharapkan lewat acara ini, komunitas-komunitas di tiap titik tadi dapat merintis dan meneruskan kegiatan yang mendukung kebhinekaan untuk waktu ke depannya.

Kiagus Zaenal Mubarok, ketua Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS), salah satu elemen yang menginisiasi acara ini, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah menyerukan perdamaian. “Kegiatan Ramadhan seperti ini memperluas kesadaran untuk berbagi. Sekecil dan sesederhana apapun akan bermanfaat bagi upaya merajut kebersamaan dalam nilai kemanusiaan, itulah pemeliharaan kita dalam pengabdian pada Tuhan,” pesan Kiagus.

Kegiatan ini merupakan kerja udunan dari lebih 20 elemen lintas agama di Kota Bandung seperti FLADS, JAKATARUB, Jarilima, PWNU Jawa Barat, GP Anshor Kota Bandung, PKKP Univ. Kristen Maranatha, GKI Klasis Bandung, MKAI Bandung, IJABI Bandung, JAI Bandung, GKI Taman Cibunut, GMKI Bandung, PMII Kab. Bandung, HMI Kab/Kota Bandung, PMKRI Bandung, Sekolah Hijau Lestari, AsKaRa, Keuskupan Bandung, MAKIN Bandung, WALUBI Bandung, PHDI Bandung, PGPI, GKPB Fajar Pengharapan, GKIM Gloria dan GIA Lengkong. Total sebanyak 7.200 paket takjil dibagikan kepada para pengendara yang melintas di 12 titik di Kota Bandung. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA