Kabar PMK Ke-26 Klasis Jakarta Utara

Uuuuuu…

Seruan itu diikuti ekspresi tangan yang membentuk huruf-U. Dalam video yang diunggah sejumlah pendeta, pengurus klasis dan panitia Persidangan Majelis Klasis (PMK) yang ke-26 dari GKI Klasis Jakarta Utara itu, seruan tadi memang punya beragam makna.

Sebagian merujuk pada kata “utara,” yang merujuk pada nama Klasis Jakarta Utara. Sebagian lagi menyerukan semangat untuk menghayati panggilan kerja di periode baru, sekaligus ucapan terimakasih atas kinerja pengurus klasis sebelumnya. Boleh jadi, sekaligus ucapan yang menantang, mengingat luasnya rentang wilayah dan tanggung jawab di Klasis yang beranggotakan 14 jemaat ini.

Agenda rutin PMK GKI Klasis Jakarta Utara memang baru saja berakhir pada Sabtu (9/6). Persidangan yang berlangsung dua hari sejak Jumat (8/9) memang banyak membahas sejumlah agenda rutin tahunan. Bertempat di Aula Universitas Krida Wacana (UKRIDA) persidangan dengan panitia dari GKI Kalideres ini menggelar enam sesi sidang pleno dan dua sesi sidang per-seksi.

Materi yang dibahas dalam persidangan antara lain terkait laporan kehidupan dan kinerja (LKK) Klasis Jakarta Utara, laporan tahunan dari sejumlah bidang dan badan pemeriksa harta milik Gereja, presentasi dari BPK Penabur dan UKRIDA, serta sejumlah materi dari Gerakan Kebangsaan Indonesa dan Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI SW Jawa Barat.

Pelantikan personalia Badan Pekerja Majelis Klasis (BMPK) Klasis Jakarta Utara untuk periode 2018-2021 juga dilangsungkan pada persidangan kali ini. Pdt. Nanang dari GKI Mangga Besar menggantikan peran Pdt. Rinto Tampubolon (GKI Seroja) sebagai Ketua BPMK Klasis Jakarta Utara di periode ini.

 

Konsolidasi Klasis Jakarta Utara memang diperhadapkan pada kompleksitasnya yang amat beragam. Bagaimana tidak, di Klasis ini ada jemaat yang sudah lebih dari seratus tahun (seperti GKI Perniagaan dan GKI Samanhudi), maupun yang masih terbilang baru 20 tahun (GKI Bundasudi Batam). Jemaat dengan jumlah anggotanya cukup besar, maupun yang terbilang kecil. Juga ada 10 jemaat yang terletak di DKI Jakarta, 3 jemaat di Lampung (GKI Bandar Lampung, GKI Metro Lampung, dan GKI Tanggamus) serta 1 jemaat di Kepulauan Riau (GKI Bunda Sudi Batam). Masing-masing tentu memiliki tantangan yang terbilang berbeda.

Maka kebersamaan yang diusung serta kerja keras dari pengurus klasis maupun tiap jemaat adalah hal yang selalu dibutuhkan untuk pertumbuhan. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA