Kebersamaan dan Toleransi di SIL Petak Asem

Lagu sekolah minggu yang energik dinyanyikan bersama. Mereka membentuk lingkaran sambil menunduk dan menengadah. Di lain kesempatan mereka mengikut gerak tubuh yang makin lama semakin cepat. Semuanya berlangsung penuh tawa, sekaligus penuh kesungguhan…

Dua puluhan anak itu sangat ceria mengikuti ragam permainan dan ice breaking. Mereka menghabiskan waktu di Senin dan Selasa (18-19/6) untuk mengikuti Sekolah Injil Liburan (SIL) 2018 di Bakal Jemaat Petak Asem. Di bakal jemaat yang merupakan binaan GKI Perniagaan ini, SIL dilangsungkan selama dua hari, satu hari di tempat mereka biasa bersekutu, sementara hari berikutnya dilangsungkan outing ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Pembinaan yang sifatnya materi memang diadakan di hari pertama. Lantas, di hari kedua anak-anak sekolah minggu ini belajar untuk membiasakan diri dan mengenal keberagaman Indonesia. Hal ini mungkin terbilang materi yang baru untuk SIL, namun nampaknya semakin dirasakan kebutuhannya.

Lewat outing di SIL ini anak-anak belajar mengenal perbedaan adat istiadat, suku, agama, budaya, pakaian adat, rumah adat, dan masih banyak hal lagi. Kami sengaja merancang ini karena menyadari perbedaan itu indah serta harus terus dipertahankan, dihormati dan dilestarikan. Supaya anak bangsa, generasi penerus bangsa, mengenal kekayaan Indonesia yang harus terus di pertahankan, di perjuangkan dan lestarikan,” komentar Helda salah seorang guru sekolah minggu di Bajem Petak Asem.

 

Di TMII anak-anak belajar dari etalase keberagaman Indonesia. Mereka pun turut meninjau rumah ibadah dari keenam agama, serta rumah adat dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Anak-anak ini pun kemudian menuangkannya dalam refleksi pengalaman sederhana.

Keikutsertaan orang tua menemani anak-anak mereka, juga menjadi hal yang indah. Terutama saat melihat bagaimana orang tua turut menjelaskan pada anak-anaknya, serta sama-sama belajar tentang keragaman Indonesia. Kebersamaan seperti ini diyakini bisa mengisi hal-hal yang mungkin selama ini terlupakan dalam menjelaskan identitas kebangsaan kita.

Pembelajaran ini merupakan hal yang juga menjadi semangat di Bajem Petak Asem. Sejarah panjang perintisan bakal jemaat ini di lingkungan yang terbilang amat beragam, tentu mengharuskan sikap toleransi dan menghayati keberagaman Indonesia. **arms

Foto: Tim Sekolah Minggu Bajem Petak Asem

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA