Pemuda GKI Guntur Bertemu IPNU

Selepas berbuka puasa dan shalat maghrib, anak-anak muda itu kembali dalam duduk melingkar. Suasana ramai itu kemudian hening, lalu ditengahi doa yang dimulai secara Protestan oleh pihak GKI Guntur. Selepas itu, para pelajar dan mahasiswa dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Bandung serentak mendaraskan Astagfirullah Raabbal Baroya, ditutup dengan doa dan harapan akan kerukunan.

Momen itu terjadi di Kamis sore hingga jelang malam (7/6), saat para pemuda GKI Guntur mengadakan kegiatan berbuka puasa bersama IPNU Kota Bandung di Aula PCNU Kota Bandung, Jl. Sancang No 8, Bandung.

Jarak GKI Guntur ke Kantor PCNU Kota Bandung sebenarnya terbilang dekat. Tak sampai dua kilometer, bahkan bisa ditempuh dengan sepuluhmenitan berjalan kaki. Kedua institusi inipun terbilang aktif dalam menggagas sejumlah karya lintas iman di Kota Bandung. Tapi, interaksi yang khusus keduanya memang masih terbilang jarang. Kebanyakan baru berjumpa saat bersama-sama ada dalam kerjasama lintas iman dengan banyak lembaga lain.

Hal itulah yang ingin disasar oleh kawan-kawan muda GKI Guntur. Kedekatan yang berbasis wilayah diharapkan bisa menjadi wadah baru gerak lintas iman. Mereka pun mengusahakan untuk bertemu dengan kaum muda Nahdliyin. Menggagas momen silaturahmi, di tengah bulan Ramadhan tahun ini.

 

Gayung pun bersambut. Gagasan itu amat diapresiasi oleh remaja pemuda di IPNU Bandung. Ketua PC IPNU Kota Bandung, Ahmad Regi Maulana bahkan mendorong dibentuknya Forum Komunikasi Lintas Generasi (FKLG) yang bertujuan mempererat silaturahmi antar umat beragama di kota Bandung. Baik di kalangan orang tua, maupun kaum mudanya.

Kita prihatin terhadap sikap intoleran yang terjadi saat belakang ini, untuk itulah kita sepakat dengan organisasi lainnya yang berbasis agama dan masih banyak yang lainnya untuk senantiasa menjaga kerukunan lewat FKLG ini,” ucapnya.

Hal senada juga diungkap Ketua Komisi Pemuda GKI Guntur, Eres Putra Wardhoyo. “Saya sangat mengapresiasi forum ini  dan kami mendapatkan sambutan yang baik dari saudara-saudara kita,” komentar Eres.

Pertemuan sore itu memang tidak berlangsung lama. Diisi oleh sejumlah sambutan dan paparan ide dari IPNU, GP Anshor, Pemuda GKI Guntur dan Penatua Pendamping. Semuanya berharap kerjasama lebih intens dapat diadakan oleh kedua lembaga, khususnya untuk kaum mudanya. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA