Ragam Bahasan di PMK ke-28 Klasis Jakarta Barat

Percakapan gerejawi kali ini berlangsung seru. Beruntun tangan-tangan perwakilan jemaat teracung untuk memberikan tanggapan. Bisa jadi karena temanya memang terbilang kontroversial. Makalah bertajuk Menjawab Pergumulan Pemuda GKI akan Pernikahan Beda Agama itu memang seolah tak habis dibahas. Menjadikan bahasan pertama percakapan gerejawi Pnt. Adi Netto Kristanto, S.Si Teol. (GKI Kedoya) dipenuhi sekian banyak tanya-jawab.

Presentasi dan diskusi makalah terkait Ajaran Gereja GKI itu sebenarnya hanyalah satu sesi dalam Persidangan Majelis Klasis (PMK) ke-28 GKI Klasis Jakarta Barat. Dalam sesi kedua percakapan gerejawi, terkait Tata Gereja GKI, Pnt. Adi Netto kembali mempresentasikan makalah. Kali ini mengambil tema Peran Penting Bidang Kesaksian dan Pelayanan bagi Gereja dan Masyarakat.

Dua sesi percakapan gerejawi tadi, bersama satu sesi sidang tertutup untuk penilaian dan pengambilan keputusan, adalah agenda paling awal dalam persidangan kali ini. Masih ada lima sesi persidangan selain sesi pembuka di kegiatan yang berlangsung selama Jumat-Sabtu (1-2/6) di Kampus UKRIDA, Tanjung Duren, Jakarta itu.

 

Selain percakapan gerejawi, agenda lain kebanyakan merupakan bahasan rutin Klasis yang melingkupi sebelas jemaat GKI tersebut. Dalam pemaparannya di awal, ketua Badan Pekerja Majelis Klasis (BPMK) GKI Klasis Jakarta Barat, Pdt. Engeline Chandra, menyebut bahwa agenda lain yang dilaksanakan diantaranya sejumlah materi dari Sinode GKI dan Sinode Wilayah Jawa Barat, pelantikan kepengurusan Klasis serta laporan kegiatan Klasis.

Dalam persidangan kali ini, GKI Kedoya dan GKI Tubagus Angke bertindak sebagai jemaat penerima. Sekitar 150 peserta dan peninjau yang berasal dari tiap jemaat GKI anggota klasis Jakarta Barat, para pengurus komisi-komisi di Klasis, utusan dari klasis-klasis lain, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI, serta badan-badan pelayanan turut menghadiri persidangan.

Persiapan untuk persidangan kali ini memang terbilang singkat. Klasis Jakarta Barat, merupakan Klasis pertama di Sinode Wilayah Jawa Barat yang melakukan persidangan di tahun 2018 ini. Sejumlah format baru dalam percakapan gerejawi dan adanya penambahan agenda cukup mendesak hingga persidangan dua hari inipun berlangsung padat. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA