Warisan Leimena di Mata Kaum Muda

Wah boleh browsing ternyata,” celoteh itu disambut tawa rekan-rekan muda Garuda, saat seorang temannya menemukan info yang tidak ada di bahasan sebelumnya. Mereka tengah mendiskusikan sosok Johannes Leimena baik dari segi pemikiran, kiprah, spiritualitas dan sikap kebangsaannya. Figur yang hampir terpaut satu abad dari usia mereka itu, dibedah dengan nuansa reflektif dalam satu sesi di Garuda Fellows, pada Jumat malam (29/6).

Sejatinya memang banyak predikat yang bisa disematkan pada pahlawan nasional, Dr. Johannes Leimena. Pria kelahiran Ambon, 6 Maret 1905 ini adalah satu-satunya orang yang pernah duduk dalam delapan belas kabinet pemerintahan Indonesia, yang menunjukkan keberterimaan semua kalangan atas kompetensi dan pribadinya.

Sebagai dokter beliau adalah pemimpin sejumlah rumah sakit dan pencetus ide untuk program kesehatan kuratif dan preventif, yang saat ini kita kenal wujudnya lewat PUSKESMAS. Om Jo, demikian beliau biasa disapa, juga merupakan juru runding di sejumlah perundingan penting terkait kemerdekaan RI, penyusun strategi militer, pejabat presiden, penengah di sejumlah konflik terkait pemerintahan, pendorong keterlibatan umat Kristiani dalam masalah kebangsaan lewat Parkindo, GMKI dan DGI, aktif sebagai penasihat di sejumlah kampus dan kita masih terus bisa menambahkan sederet karya lain.

 

Sedemikian luas bidang kehidupan yang digeluti, warisan kiprah dan pemikiran Om Jo tentu sangatlah kaya. Kekayaan ini layak untuk terus digali, termasuk oleh tiga puluhan kaum muda peserta kegiatan Garuda Fellows, yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu (29/6-1/7) di Grand Zuri Resort, Cipanas.

Kaum muda dari sejumlah jemaat GKI ini mengaku mendapat sejumlah pembelajaran yang menarik dari sosok Om Jo yang mereka bedah dengan menonton film dokumenter serta diskusi interaktif yang dipandu oleh Pdt. Darwin Darmawan dari Gerakan Kebangsaan Indonesia dan Daniel Adipranata dari Institut Leimena.

Satu bahasan yang cukup menjadi topik yang hangat adalah bagaimana spiritualitas Kristiani Leimena diterapkan dalam kesehariannya mengerjakan tugas pemerintahan. Para peserta meyakini bahwa Om Jo memang didorong oleh semangat Kristianinya mengerjakan panggilan di bidang politik. Namun, semangat itu justru mendorongnya untuk terbuka bekerja bersama banyak kalangan, yang berbeda latar belakang agama, etnis dan pandangan politik.

Menghayati kiprah Leimena dalam kegiatan yang merupakan kerjasama Sinode GKI, Gerakan Kebangsaan Indonesia dan Institut Leimena ini memang jadi momen tersendiri buat kaum muda. Lebih dari sekedar pengenangan, ada teladan yang diharapkan terus mengalir dan menginspirasi untuk melakukan hal serupa yang dikerjakan oleh Leimena. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA