Yerusalem dalam Lagu Kristiani

Berapa banyak lagu yang mengangkat Yerusalem sebagai temanya? Sebenarnya sangat banyak. Kebanyakan merupakan lagu religius, entah itu dalam Yudaisme, Kekristenan maupun sedikit dari agama Abrahamik lainnya.

Selain tema religius, ada pula lagu-lagu bertema Yerusalem dengan nuansa nasionalis Israel, semisal lagu Yerusalem Emas (Yerusyalayim Shel Zhahav) yang sering dianggap sebagai lagu kebangsaan kedua negara Israel setelah Hatikva. Tak jarang pula tema-tema yang non-religius lain turut mengusung nama kota ini dalam lagu.

Kidung-kidung yang diciptakan masyarakat Kristiani umumnya bercerita tentang Yerusalem sebagai kota Allah. Entah itu merujuk pada peristiwa Alkitab masa lampau di Yerusalem, Yerusalem sebagai kota secara fisik, maupun dalam pemaknaan Yerusalem yang baru.

Namun, dua lagu yang terbilang cukup unik…

Yang pertama adalah kidung Jerusalem, yang saat ini statusnya dianggap sebagai lagu kenegaraan tak resmi untuk Inggris. Lagu ini mungkin kalah tenar dibanding God Save The Queen, yang adalah lagu kenegaraan resmi untuk seluruh Britania Raya. Tapi, dalam sejumlah even olahraga Inggris dan peristiwa semisal upaca pernikahan keluarga kerajaan, lagu Jerusalem selalu diperdengarkan.

Semangat dalam lagu yang berasal dari syair And did those feet in ancient time, karya William Blake itu memang punya nuansa yang berbeda dengan kebanyakan lagu dari masyarakat Kristiani lain soal Yerusalem. Kidung Jerusalem dengan tegas mengusung semangat untuk mencintai tanah air Inggris.

Takkan kumenyerah dari peperangan batin, takkan kubiarkan pedangku lepas dari tangan, sampai kami mampu membangun Yerusalem di tanah Inggris nan hijau bestari,” demikian lagu itu ditutup. Syairnya menegaskan bahwa bagi umat Kristiani Inggris, Yerusalem bukanlah lagi soal perebutan kota di Palestina, tapi soal membangun negeri yang mereka diami menjadi kotanya Tuhan.

Ini tentu kontras dengan sikap sejumlah umat Kristiani yang begitu mengagulkan Yerusalem, sebagai kota fisik, untuk dijadikan tumpuan iman saat ini. Apalagi dengan sikap umat Kristiani yang tanpa tedeng aling-aling mendukung habis-habisan Yerusalem untuk dimiliki sepenuhnya oleh negara modern Israel.

Bicara berbeda dengan soal sikap yang terakhir, ternyata ada pula lagu bertema Yerusalem dari umat Kristiani Timur-Tengah yang dengan tegas menyatakan pembelaannya pada warga Palestina yang tertindas. Lagu Al Quds Zahrat Al Madayn, atau Yerusalem Bunga Banyak Kota, yang dipopulerkan penyanyi terkenal Lebanon, Fairuz, adalah contoh yang paling menonjol.

Bayi di gua dan bunda-Nya Maria, dua wajah menangis… demi mereka yang terlantar, demi anak yang tak punya rumah, demi mereka yang bertahan dan menjadi martir di pintu-pintu gerbang… dan damai telah disembelih di tanah sumber damai… dan hukum telah dijungkirbalikkan di gerbang kota…” demikian lagu itu menyayat sendu sekaligus marah.

Dua lagu ini adalah contoh yang terbilang unik dalam mengekspresikan sikap kekristenan terkait Yerusalem. Keduanya mungkin sulit dianggap sebagai lagu rohani, jika yang dimaksud adalah lagu untuk ritual ibadah. Namun, jelas sekali keduanya menukil teks-teks Kristiani untuk sikap yang terbilang berani, terlepas disetujui atau tidak. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA